PB PABBSI telah menyetorkan nama-nama atlet yang bakal mengikuti pemusatan latihan Asian Games 2014 ke Satuan Pelaksana Indonesia Program Emas (Satlak Prima). Di antara sejumlah nama yang disetorkan, terselip nama Triyatno.
Atlet angkat besi asal Lampung itu dipilih bukan tanpa alasan. Selain sudah berpengalaman di Asian Games, Triyatno juga punya prestasi membanggakan di Olimpiade.
Empat tahun lalu, di Asian Games 2010, Triyatno berhasil menyumbang medali perunggu di kelas 69 kilogram. Sementara di Olimpiade London 2012, dia berhasil merebut perak di kelas yang sama.
Triyatno hanya absen tampil di SEA Games Myanmar 2013, Desember lalu. Karena baru saja menjalani operasi lutut, dia memerlukan waktu cukup lama untuk recovery dan mengembalikan kondisi fisiknya.
Triyatno kini siap berlatih ekstra keras demi mencapai kondisi terbaik. Sejak bulan Desember lalu dia sudah menjalani latihan untuk meningkatkan angkatannya.
"Ya pasti semangat, karena ini 'kan Asian Games," kata Triyatno ketika dihubungi detikSport, Jumat (17/1/2014).
"Akan lebih sulit karena ini 'kan event Asia. Di nasional saja persaingannya sudah ketat, apalagi internasional. Kalau nggak mengejar angkatan, ya ketinggalan."
"Apalagi usai operasi 'kan saya jarang latihan, jadi sekarang mengejarnya lebih usaha lagi."
"Kalau medali nanti dulu saja, sekarang fokus mengembalikan total angkatan di olimpiade saja. Inginnya bisa melebihi angkatan waktu olimpiade di London. Kemarin 'kan total angkatannya 333 kilogram. Snatch 145 kilogram, clean and jerk 188 kilogram. Fokus ke situ saja," ujarnya.
Ssementara itu, pelatih angkat besi Lukman mengungkapkan alasannya menurunkan Triyatno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eko karena melihat SEA Games kemarin dan Asian Games, sementara Triyatno dilihat dari prestasi di Olimpiade dan Asian Games. Mereka sama-sama memperoleh perunggu," katanya.
Lukman menuturkan, kondisi Triyatno sudah lebih baik karena dari beberapa waktu lalu Triyatno sudah mulai latihan sekaligus untuk memulihkan kondisi fisiknya.
"Kemungkinan dia bakal turun di 77 kilogram. Tapi pelatnas ini 'kan masih bertahap, jadi kita lihat nanti kelas mana yang berpeluang," katanya.
(mcy/mfi)











































