Hal itu disampaikan Direktur Bidang Perlombaan Equestrian Federation of Indonesia, Prasetiana Sumiskum, di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2014).
Ia mengatakan, saat ini equestrian sudah meloloskan tiga nomor disiplin di Asian Games. Ketiga nomor itu adalah dressage, eventing dan show jumping, dengan 12 atlet yang bakal dikirim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur untuk mendapat medali Asian Games sulit. Karena atlet Asian Games lebih banyak dari olimpik. Tapi kita percaya disiplin tim dressage bisa menyumbang medali emas," kata Prasetiana.
"Apalagi bisa dibilang tim dressage kita masuk dalam tiga besar Asia. Pun kalau mau sebutkan siapa yang lawan terberat yaitu dari Jepang dan tuan rumah sendiri, Korea Selatan," tambahnya.
Untuk itu, ia ingin meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu segala kebutuhan yang diperlukan agar bisa mencapai target tersebut. Utamanya dalam karantina dan uji coba.
"Kami ada rencana untuk mengkarantina kuda, serta melakukan pelatnas di dua tempat. Antara Kuala Lumpur dan Thailand," sebutnya.
Dua tempat ini, menurut Tion-panggilan akrab Prasetiana Sumiskum, memiliki kriteria yang memang dibutuhkan timnya. Salah satunya soal karantina kuda.
"Dua tempat itu saja yang bisa dijadikan sebagai tempat karantina kuda sebelum dibawa ke Korea. Kedua, kalau kita pelatnas di Thailand, maka tim kita akan menjalani pelatnas bersama dengan timnas equestrian Thailand. Dan itu bisa memangkas anggaran juga," tambahnya.
(mcy/rin)










































