Satlak Prima Putuskan 19 Cabang yang Akan Dikirim ke Asian Games 2014

Satlak Prima Putuskan 19 Cabang yang Akan Dikirim ke Asian Games 2014

Mercy Raya - Sport
Selasa, 04 Feb 2014 18:11 WIB
Satlak Prima Putuskan 19 Cabang yang Akan Dikirim ke Asian Games 2014
Jakarta - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) akhirnya menentukan 19 cabang olahraga yang akan berangkat ke Asian Games 2014.

Ke-19 cabang olahraga itu terdiri dari lima cabang beladiri, enam cabang terukur, tiga akurasi, empat permainan, dan sepakbola.

Hal itu disampaikan Ketua Satlak Prima Suwarno ketika ditemui di kantor KONI Pusat, Selasa (4/2/2014). Ia mengatakan nama-nama cabor yang akan berangkat sudah masuk dalam tahap final validasi dari tim seleksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cabang-cabang yang lolos itu adalah tinju, karate, gulat, wushu, taekwondo, atletik, kanowing, rowing, angkat besi, renang, balap sepeda, equestrian, panahan, bowling, sepak takraw, voli pantai, soft tenis, badminton, dan sepakbola.

"Ada 145 atlet dari 18 cabor. Tapi kalau ditambah kuota pemain sepakbola yang berjumlah 23, total semuanya menjadi 168 atlet untuk 19 cabor," kata Suwarno.

Dengan demikian, kata Warno-panggilan akrab Suwarno, cabang olahraga yang sudah terpilih itu bisa langsung melakukan pemusatan latihan untuk para atletnya.

"Kewajiban cabor adalah melakukan persiapan dan pelatihan kepada para atletnya masing-masing, jadi jangan akhirnya cabor bersandar pada Surat Keputusan (SK)," katanya.

Sebelumnya beberapa cabang olahraga mengaku enggan melakukan pelatnas, karena khawatir tidak akan ada yang bertanggung jawab jika SK belum diterbitkan. Padahal batas waktu penerbitan SK saat itu adalah 1 Februari 2014.

Namun, hal itu segera dibantah Suwarno. Menurutnya, terbit atau belum terbitnya SK semestinya cabang olahraga yang sudah dipersiapkan untuk Asian Games, harus sudah berjalan. Ia mencontohkan cabang dayung dan panahan. Meski SK belum turun namun cabang itu sudah mulai melakoni pemusatann latihan sendiri.

"Lagipula kalau masalah SK itu, bukan urusan Satlak Prima. Harusnya tanya Kemenpora. Mereka yang menerbitkan. Tentu kita berharap lebih cepat," jelasnya. 


(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads