Di ajang multievent internasional yang sudah-sudah, keterlambatan peralatan latihan dan tanding selalu menjadi momok yang membayangi dalam masa pelatnas atlet. Tak heran, banyak PB/PP cabang olahraga merasa khawatir hal itu terjadi lagi.
Untuk menghindarinya, Kemenpora segera mengambil langkah. Salah satunya adalah meminta Satlak untuk menyusun estimasi biaya peralatan, yang diharapkan bisa selesai bersamaan dengan Surat Keputusan (SK) per 1 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Djoko mengatakan, adanya estimasi (plafon biaya) ini bukan berarti sifatnya jadi kaku. "Estimasi ini sebagai acuan saja untuk keperluan tender. Dalam realisasinya, diharapkan tidak akan jauh berbeda. Mungkin bisa kurang atau lebih," jelasnya.
Ia pun berharap estimasi biaya yang disusun oleh Satlak Prima bisa selesai bersamaan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) per 1 April nanti. "Ya, diharapkan penyusunan estimasi biaya itu bisa selesai. Karena kalau sudah selesai, kita bisa mulai dengan proses tender," ujar Djoko.
Sementara itu, Sekretaris Satlak Prima EF Hamidy mengklaim pihaknya sudah mulai melakukan pendataan dan penyususnan estimasi biaya keperluan pelatnas atlet Asian Games.
"Sedang dilakukan, untuk estimasi kebutuhan umum, misal pakaian dan sepatu sudah selesai. Hanya peralatan latihan dan tanding yang belum, baru sebagian," kata Hamidy.
"Ya, mudah-mudahan pekan depan kita bisa selesaikan semua," ujarnya.
(mcy/mfi)











































