M. Rachman Akan Kembali Naik Ring

M. Rachman Akan Kembali Naik Ring

- Sport
Senin, 17 Feb 2014 19:32 WIB
M. Rachman Akan Kembali Naik Ring
Jayapura -

Petinju Indonesia yang pernah menyandang predikat juara dunia, M. Rachman, akan kembali naik ring setelah lama tak terdengar aksinya. Ia kembali memburu titel dunia.

Petinju asal Merauke, Papua, itu akan comeback guna memperebutkan sabuk juara IBO di kelas terbang junior (49 kg), yang sedang lowong. Ia akan menghadapi petinju Thailand peringkat 2 WBA dan IBF, Thonethailek sor Tanapinyo.

Pertandingan rencananya digelar pada Jumat, 21 Februari 2014, di GOR Waringin kota Jayapura. Persatuan Tinju Amatir (Pertina) provinsi Papua akan bertindak sebagai penanggung jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertina bertanggung jawab atas penyelenggaraan pertarungan ini karena di Papua belum ada komisi tinju professional seperti KTI (Komisi Tinju Indonesia) atau ATI (Asosiasi Tinju Indonesia)," ujar Carolus Renwaris dari Pertina Papua dalam jumpa pers di Jayapura, Senin (17/2/2014).

"Kami akan melihat langsung kondisi tempat pertandingan, apakah sudah sesuai standar atau tidak. Proses verifikasi akan dilakukan Selasa besok," tambahnya.

M. Rachman pernah menyandang gelar juara dunia di kelas terbang mini IBF, dari tahun 2004 sampai 2007. Pada April 2011, dalam usia 39 tahun, ia sempat menjadi juara dunia lagi di kelas yang sama, tapi untuk versi WBA. Hanya saja di pertandingan berikutnya ia kalah dan kehilangan mahkotanya itu.

Setelah kekalahan itu Rachman sempat naik ring satu kali, yakni melawan Veeradej Manopkanchang, pada Juli 2013 di Merauke, dan menang TKO ronde kedua.

Dalam aksi comeback-nya nanti Rachman yang kini berusia 42 tahun mengaku bertindak pula sebagai promotor. Biaya yang disiapkannya sebesar Rp 1 miliar.

Ia mengatakan dirinya telah mendapat bantuan pula dari seorang pengusaha Papua yang juga manajer klub sepakbola Persipura Jayapura, Rudy Maswi.

"Meski hanya untuk membayar fee kepada IBO, saya sangat berterima kasih kepada pak Rudy atas kepeduliannya terhadap dunia tinju," ucap Rachman.

Ia mengaku telah mengajukan proposal kepada sejumlah pihak seperti Pemerintah Provinsi Papua, Bank Papua dan pihak swasta lainnya, tapi hingga kini belum ada respons.

"Saya ajukan permintaan bantuan ke berbagai pihak, tapi tidak ada yang menanggapi, padahal saya membawa nama Papua dan Indonesia," cetusnya.

Untuk itu Rachman berharap, biaya yang dikeluarkannya untuk pertandingannya itu bisa kembali dari hasil penjualan tiket pertandingan.

"Saya berharap animo besar dari masyarakat Papua untuk menonton, dengan bersedia membeli tiket, agar apa yang sudah saya keluarkan bisa kembali," imbuhnya.

Diagendakan pula empat partai tambahan untuk duel utama M. Rachman vs Thonethailek sor Tanapinyo tersebut.

(a2s/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads