Ke-12 atlet itu terdiri dari enam atlet untuk pelatnas Asian Games 2014, dan enam untuk ajang SEA Games 2015.
"Awalnya kita menyetor atlet itu 23 orang, namun yang lolos hanya 12. Itu pun tidak semua unsur masuk," kata Sekretaris Jenderal PP Perpani, Alman Hudri, ketika ditemui di Kantor PP Perpani, di Jakarta, Selasa (18/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, pihaknya akan mencoba mengajukan lagi dan berjuang untuk memasukkan nama-nama yang dinilai Perpani layak. Mereka adalah, Riau Ega, Hanif Wijaya (Jambi), dan Hendra Purnomo (Yogyakarta).
"Ya kami lihat, ketiganya ini bagus. Riau Ega satu-satunya atlet recurve kami yang nilainya sejajar dengan pemanah Asia lain, Korea Selatan dan Jepang, masa tidak lolos. Ini 'kan menghilangkan peluang.
"Sementara Hanif dan Hendra ini hasil skoringnya melebihi nilai skor seniornya saat di SEA Games, makanya kami masukkan," terangnya.
"Harusnya tim seleksi sebelum menentukan atlet berkoordinasi dulu dengan cabornya. Karena yang mengetahui kondisi dan prestasi atlet secara keseluruhan 'kan PP cabornya," tambah Alman.
Rabu besok rencananya mereka akan bertemu Prima, tim seleksi Satlak Prima, dan koordinator cabang akurasi. "Ya kalau ternyata tidak bisa, lebih baik tidak usah ikut saja (Asian Games) sekalian," katanya.
Dengan keadaan seperti ini, bukan hanya tatanan program Perpani saja yang akhirnya menjadi kacau. Pemanggilan hingga target yang harus dicanangkan sejak awal, enggan disebutkan PP Perpani karena dari pemerintah saja tidak jelas.
"Ya jangan bicara soal target medali, jika masalah kuota atlet saja tidak jelas. Bahkan kami belum berani memanggil atlet yang 12 ini. Besoklah, finalnya seperti apa," tutup Alman.
(mcy/a2s)











































