Menurut ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Suwarno, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui jumlah pelatih asing yang akan didistribusikan ke cabang-cabang olahraga yang akan dikirim ke Incheon, Korea Selatan. Namun ia memastikan kebutuhan pelatih harus menyesuaikan kebutuhan atlet.
"Semua tergantung mereka (PB cabor), butuhnya berapa," kata Suwarno ketika ditemui di Kantor KONI Pusat, Kamis(20/2/2014) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, angkat besi sempat menolak untuk menggunakan jasa pelatih asing, jika sistem pembayaran masih rapelan seperti pada persiapan SEA Games 2013. Artinya, pembayaran oleh pemerintah tetap dilakukan, namun usai multievent terselenggara.
Menanggapi hal itu, Suwarno tak ingin terlalu mencampuri. Sebabnya, anggaran adalah wewenang pemerintah.
"Memang ada standarisasi untuk pembayaran uang saku atlet, pelatih, akomodasi, peralatan. Tapi yang tahu standarisasi itu 'kan yangmasih duit (Kemenpora)," ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Deputi IV Bidang Peningkatan dan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto menyatakan cabang olahraga apapun yang diprospek medali emas Asian Games akan didukung maksimal oleh pemerintah, termasuk penggunaan pelatih asing.
"Mengenai pembayarannya tentu menyesuaikan mekanisme Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tapi kita juga perlu peran aktif dari PP/PB cabang olahraga," tukas Djoko.
(mcy/a2s)










































