M. Rachman memastikan gelar juara setelah menang TKO di ronde ke-11 (dari 12 ronde yang dipertandingkan) atas petinju Thailand yang menghuni peringkat 2 WBA dan IBF Thonethailek sor Tanapinyo. Pertandingan itu sendiri digelar di GOR Waringin Kota Jayapura, Jumat (21/2/2014) malam.
Namun penyelenggaraan pertandingan itu sempat diwarnai ketidakpastian. Sebab, hingga pukul 22.00 WIT, belum ada tanda-tanda pertandingan akan dimulai karena ring masih diperbaiki dan kursi penonton VIP juga belum tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat kecewa persiapan panitia lokal ini, kalau kami dari KTI dan IBO sudah siap. Tapi panitia di sini yang tidak siap. Kalau sampai jam 23.00 WIT atau jam 21.00 waktu Jakarta panitia tidak siap maka pertandingan dibatalkan," ujarnya kepada detikcom.
Akhirnya pukul 22.00 WIT, panitia memanggil petinju partai tambahan yakni Gesler Up vs Soni Malakine, Herry Amol (Indonesia) vs Thai Chung (Thailand), dan Frans Damur vs Marthen Kisamlu. Namun karena para petinju itu belum mendapat kepastian tentang pembayaran, mereka belum melakukan persiapan.
Setelah panitia kembali meyakinkan para petinju itu dalam hal kontrak, baru mereka mau bertanding. Penonton yang sudah bosan menunggu pertandingan sudah mulai melampiaskan kemarahan dengan meneriaki panitia.
Salah seorang anggota DPRD Merauke, Johanes, sempat membentak panitia dan mengatakan kalau pertandingan ini tidak jadi akan sangat memalukan bagi bangsa Indonesia dan pemerintah Papua.
"Jika ini tidak jadi sangat memalukan bangsa Indonesia dan pemerintah Papua harus bertanggungjawab. Ini pertandingan internasional," katanya.
Upaya panitia untuk mendekati para pemain akhirnya berhasil. Pertandingan pun pada akhirnya bisa dilangsungkan.
(nds/nds)











































