Sudah lama fenomena sebuah daerah merekrut atlet top dari daerah lain untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON). Masihkah tren ini berlangsung?
Jawa Timur, misalnya, menghadapi PON 2016 mengindikasikan akan menarik dua figur yang sebelumnya membela provinsi lain, yaitu atlet angkat besi Eko Yuli Irawan dan pelatih renang nasional, Albert C. Santoso.
Hanya saja, dikatakan ketua harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Dhimam Abror, hal itu disiapkan karena figur-figur yang mereka incar memang berasal dari daerah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal Eko dan Albert mereka itu 'kan asli Jawa Timur. Mereka ini prestasinya juga bagus. Mereka kembali ke Jawa Timur tentu baik. Tapi di luar itu sebenarnya kami ingin memberi dukungan kepada Eko agar target emas yang dicanangkan pada Olimpiade 2016, bisa tercapai," tutur Dhimam ketika dihubungi detiksport, Senin (24/2/2014).
"Kalau untuk PON 2016, tentu diharapkan bisa memberikan kontribusi emas kepada pada Jatim. Tapi yang lebih penting lagi, kami ingin Eko bisa meraih emas olimpiade 2016,β tegasnya.
Lagipula, menurut dia, KONI Jatim yang dibantu oleh PB PABBSI Jawa Timur memiliki dana yang cukup untuk perekrutan. Hal ini dibuktikan, tak hanya Eko saja yang menjadi incaran. Atlet lain dari cabang olahraga judo, yakni Teri Kusumawardani dan Dewinda, juga masuk sebagai calon perekrutan. Saat ini mereka memperkuat Jawa Barat.
Ia menampik, jika atlet yang direkrutnya ini terkesan hanya merekrut atlet yang sudah jadi.
"Mereka itu sebenarnya sudah jadi, seperti Teri dan Dewinda itu sudah matang di Jawa Timur. Tapi prioritas kita βkan bagaimana atlet yang ada ini tidak pergi ke daerah lain. Sementara yang sudah terlanjur pindah ke daerah lain, bisa kembali ke Jawa Timur."
Ia pun berharap, melalui pengembalian atlet ini, peluang Jatim untuk menjadi juara umum 2016,bisa tercapai.
"Ya diharapkan kans Jatim untuk juara umum, bisa," sebutnya.
Dalam kesempatan terpisah, pelatih angkat besi yang selama ini menangani Eko Yuli di Kalimantan Timur, Lukman, membenarkan soal rencana kepindahan atletnya ke Jatim.
"Saya pribadi kembali ke atletnya, kalau memang ada niat itu sah-sah saja. Kami dukung. Hanya memang ada aturan yang harus dilalui kepindahan itu. Itu yang belum ditempuh dia. Semua tersimpan di AD/ART PABBSI dan SK Mutasi Koni Pusat tahun 2010 no. 56," kata Lukman.
"Eko sendiri sedianya sudah mendapatkan respons yang baik di Kalimantan Timur, bahkan akan diberikan beberapa fasilitas termasuk rumah hingga pekerjaan kelak."
Ia pun berharap, agar Eko bisa memikirkan langkah yang diambil dan jangan sampai dibutakan oleh tawaran-tawaran lain.
"Jangan terburu-buru ambil keputusan, lebih baik dipikirkan. Karena hal ini bisa berdampak pada karirnya kelak, "sebutnya.
(/)











































