Intensitas Tes Doping Atletik Ditingkatkan

Intensitas Tes Doping Atletik Ditingkatkan

- Sport
Senin, 06 Des 2004 16:21 WIB
Jakarta - Maraknya atlet papan atas dunia yang dibelit kasus doping dianggap membahayakan cabang atletik. Federasi Atletik Internasional (IAAF) pun memutuskan makin memperbanyak tes doping. Langkah ini diambil IAAF setelah mengadakan pertemuan di Helsinki, Minggu (5/12). Dalam pertemuannya dibahas bahwa masalah doping makin memprihatinkan. Tidak hanya adanya jenis doping baru, namun sang atlet tampaknya juga tidak familiar dengan beberapa jenis zat-zat yang dilarang tersebut.Oleh karena ini diambillah langkah antisipasi dengan membuat departemen baru yang menangani anti doping. Departemen ini akan mempunyai budget dana sendri, terdiri dari 5 personel dan menargetkan pada suplier atau penyedia doping dan atlet-atlet yang melanggar peraturan anti doping. "Kami akan mengalokasikan lebih banyak sumber, lebih banyak SDM dan lebih banyak ahli. Kami tidak akan duduk dan berdiam diri menghadapi masalah ini. Ini perang, banyak atlet-atlet yang salah arah," demikian ungkap Ketua komisi anti-doping IAAF Arne Ljungqvist, dikutip BBC, Senin (6/12/2004). Ditambahkannya, departemen baru ini akan memperpanjang progra tes doping agar bisa mendeteksi zat substansi baru dan metodenya. Ljungqvist juga mengklaim pada Kejuaran Dunia di Agustus mendatang, tes ujicoba bakal diperketat. Memang kasus doping yang kian ramai sejak 2003 lalu seakan tidak ada habis. Selalu muncul nama-nama baru yang diduga menggunakan doping. Tiga nama atlet papan atas yang kini terbelit masalah ini diantaranya Marion Jones, Calvin Harrison dan Torri Edwards.Jones peraih lima medali di Olimpiade Sydney 2000, Harrison mengatongi medali emas untuk 4x400 m di Sydney dan Edwards juara dunia 100m. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads