Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia) Wahyudi Hidayat, ketika dihubungi wartawan, Selasa (4/3/2014). Undangan tersebut datang langsung dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI).
"Hanya memang administrasinya masih kita proses, karena rencananya tanggal 10 Maret ini, kedua atlet ini akan berangkat," kata Wahyudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini keempat kalinya, sebelumnya SEA Games 2011, kemudian Persiapan PON 2012, lalu berlanjut pada SEA Games 2013. Lalu tahun ini, kebetulan kita ada Asian Games, jadi sebagai persiapan menuju ke sana juga," jelasnya.
UCI menawarkan tiga bulan untuk keduanya mengikuti kepelatihan. Namun Wahyudi berharap UCI memperpanjang periode tersebut hingga lima bulan, atau mendekati Asian Games dimulai.
"Sebenarnya bisa dua atau tiga bulan. Tapi kalau saya maunya itu sampai lima bulan. Jadi dari Swiss langsung ke Incheon, soalnya kalau ke Indonesia lagi percuma, akan mulai dari nol lagi."
"Atau kalau memang tidak bisa, diusahakan seminggu menjelang, atlet ini pulang. Jadi di Indonesia hanya sehari dua hari saja, setelah itu berangkat ke Incheon," jelasnya.
Mengenai anggarannya, Wahyudi mengatakan, pihak UCI yang akan menalangi akomodasi atlet selama berlatih di Swiss. Sementara PB ISSI hanya menanggung tiket dari Indonesia ke Swiss.
"Makanya, kita sedang berjuang untuk atlet kita ini lima bulan di sana. Kalau pun tidak bisa, kami akan usahakan yang dua bulan ini untuk ditalangi pemerintah."
Bukan tanpa alasan Wahyudi mendesak agar durasi latihannya bisa diperpanjang. Melihat hasil dari pelatihan Swiss, tahun lalu. Elga berhasil merebut medali emas nomor disiplin BMX di SEA Games Myanmar 2013.
"Dampaknya buat si atlet bagus. Makanya, secepatnya kita urus semua," sahutnya.
(mcy/din)











































