Atlet wushu Lindswell Kwok diganjar penghargaan atlet terbaik oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Ia berharap cabang olahraga yang ia geluti bisa semakin berkembang.
Lindswell mendapatkan anugrah KOI Award antara lain berkat sumbangan dua medali emasnya di SEA Games 2013 di Myanmar.
Pada sesi pembukaan Rapat Anggota Tahunan KOI di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (7/3/2014), atlet asal Medan itu tampak sumringah. Ia bersanding dengan empat atlet lain yang juga mendapatkan penghargaan,yakni Eko Yuli Irawan dan Deni dari cabang angkat besi, Triady Fauzi (renang), serta Maria Londa (atletik).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lindswell sudah mengenal wushu sejak kecil. Ia sudah membela Indonesia di SEA Games 2009, tapi gagal berprestasi tinggi. Namun ia tidak menyerah. Hal itu dibuktikan pada SEA Games 2011, di mana ia berhasil meraih emas untuk nomor Taiji Jian dan Tiaji Quan putri.
Kedua emas itu ia pertahankan di SEA Games berikutnya (2013). Di tahun itu Lindswell juga berhasil merebut perak di di World Games di Kolombia, plus di ajang Islamic Solidarity Games di Palembang.
"Penghargaan ini memotivasi saya untuk lebih baik lagi. Karena nanti juga katanya ada penghargaan lain dari KONI. Ya semoga ini (penghargaan dari induk organisasi) tidak sekadar penghargaan, tapi dari programnya juga kita harapkan ada kemajuan dari Prima, KONI, dan KOI," cetus Lindswell.
Ia lalu mengkritisi program dari pemerintah yang sampai saat ini belum ada perubahan. Terutama dalam pelaksanaan pemusatan latihan nasional, anggaran, serta bonus yang sampai sekarang selalu mundur.
"Harapannya, lain kali untuk tahun depan pelatnas, try out dan dana harus jelas jangan mundur- mundur. Karena sedikit banyak itu juga mempengaruhi kita. Istilahnya, kita sudah melakukan tanggung jawab kita, tinggal hak kita yang diberikan. jangan selalu diundur-undur. Itu yang buat kecewa," ungkapnya.
(mcy/a2s)











































