Pemerintah melalui Menpora Roy Suryo telah menjanjikan bonus kepada atlet-atlet berprestasi di SEA Games 20013 pada bulan Januari. Namun, hingga kini janji cuma janji. Terakhir pihak Kemenpora mengklaim akan menciarkannya pada Maret ini.
Salahs atu dalih mereka adalah terkait pemilu. Seperti diketahui, Maret adalah momen kampanye bagi para partai politik. Tak ingin bonus yang dibagikan atlet dianggap sebagai sarana politik, pemerintah merasa perlu membicarakan hal tersebut dengan pihak-pihak terkait. termasuk Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, lanjut dia, pemerintah bisa lebih bijak dalam menyelesaikan hal-hal seperti ini. Sebabnya, tak semua atlet punya pekerjaan mapan untuk mencukupi kebutuhan keseharian, sehingga kadang sandaran utama adalah uang saku dan bonus.
"Kalau kewajiban buat negara sudah kita penuhi lalu hak kita belakangan, bahkan indikasinya kembali ditunda bikin hilang respek kepada pemerintah," kata Eko.
"Tingkah seperti ini yang membuat semakin ruwet olahraga kita," kritiknya kemudian.
Atlet lompat jauh dan lompat jangkit Maria Londa bahkan sampai apatis. Seolah sudah kebal dengan janji-janji pemerintah, Maria tak ingin ambil pusing.
"Ya itulah Indonesia, terima saja," selorohnya seraya tertawa. "Saya sih mau bagaimana lagi, dari dulu toh sudah begitu. Yang penting latihan kita jangan sampai terpengaruh."
Di lain sisi, dalam kesempatan terpisah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto mengaku belum bisa memastikan kapan bonus bisa turun. Karena masih dalam tahap pembahasan dengan pihak-pihak terkait.
"(Bonus cair setelah pemilu) saya tidak bilang seperti itu. Tapi memang masalah bonus ini masih dalam tahap pembahasan dengan pihak terkait. Kita tak ingin hal ini jadi menyalahi. Tapi, mestinya tidak apa-apa diberikan sekarang, toh dananya sudah ada," sahutnya.
(mcy/a2s)











































