FBI Minta Kepastian Status Keanggotaan KONI
Selasa, 07 Des 2004 18:25 WIB
Jakarta - Jika masih tidak ada jawaban resmi dari KONI Pusat mengenai status keanggotaan, Federasi Binaraga Indonesia (FBI) berencana membawa masalah ini ke DPR.Sejak dicoretnya keanggotaan PB PABBSI ( Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi dan Binaraga Indonesia) dari Federasi Binaraga Internasional (IBBF) pada 2003 lalu, nasib cabang binaraga pun terkatung-katung. Akibat dicoret keanggotaan PABBSI pada tahun lalu itu beberapa atlet binaraga terpaksa gagal berangkat ke SEA Games XXII Vietnam.Pasalnya untuk mengikutsertakan atlet ke SEA Games atau multi event internasional, sebuah organisasi olahraga harus diakui keanggotaanya oleh federasi internasional, dalam hal ini IBBF.PABBSI dicoret, IBBF pun mengangkat FBI menjadi anggotanya. Dengan demikian peran FBI lah yang diakui dalam sebuah event internasional. Sayangnya hingga kini FBI belum mempunyai hak keanggotaan di tubuh KONI. Dalam usahannya menjadi anggota KONI, tercatat sudah tiga kali surat resmi yang dilayangkan FBI kepada KONI. Surat pertama pada Juni 2003, disusul pada Agustus 2003 sampai yang ketiga di November 2004. Dan yang paling terbaru adalah surat keempat yang FBI kirimkan pada Desember 2004.Dari semua ketiga surat yang dilayangkan, tidak ada jawaban resmi melalui surat dari KONI. Hanya jawaban-jawaban yang tidak pasti di berbagai media massa."Kalau memang belum layak menjadi anggota KONI, jawab dengan surat resmi bukan lewat media massa," ujar Sekjen FBI Steve Tengko kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Selasa (7/12/2004).Oleh karenanya jika surat yang terakhir ini tidak diberi jawaban melalui surat resmi, FBI akan membawa masalah ini ke Komisi X DPR. "Jangan sampai terulang lagi seperti pada SEAG 2003, atlet yang menjadi korban. Kalau tidak diakui KONI, maka atlet binaraga juga tidak bisa berangkat ke SEAG 2005 Filipina," tandas Steve. (erk/)











































