KONI Keberatan Monorel Korbankan Lapangan Softball

KONI Keberatan Monorel Korbankan Lapangan Softball

- Sport
Rabu, 08 Des 2004 23:04 WIB
Jakarta - KONI keberatan atas rencana pembangunan jalur monorel yang melewati lapangan softball Gelora Bung Karno (GBK). Mereka akan melayangkan surat keberatan kepada Menteri Sekretaris Negara. Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum KONI Rita Subowo kepada wartawan di gedung KONI, Rabu (8/12/2004). Rencana yang dikeluhkan oleh pihak KONI adalah pembangunan jalur monorel yang melewati GBK. Masalahnya, salah satu pancang tiang penyangga akan dibangun di atas lapangan sofball. "Kita bukannya tidak ingin mendukung kepentingan umum, tetapi tolong dipertimbangkan masalah pembangunan di atas lapangan softball ini," kata Rita. Sejak awal rencana ini memang sudah diterangkan oleh pihak pengembang, yaitu PT Jakarta Monorail. Namun kabarnya Presiden (saat itu) yaitu Megawati Soekarnoputri sudah menolaknya. Sayang, setelah Mega lengser rencana itu diajukan kembali oleh pengembang. Lebih jauh, rencana ini juga didukung oleh Dinas Perhubungan Pemda DKI dengan alasan pihaknya berencana untuk membuat jalur subway.Menurut Rita, lapangan sofball merupakan bagian dari kesatuan kompleks olahraga GBK yang merupakan kebanggaan Indonesia. "Lagipula, lapangan sofball yang ada di GBK merupakan lapangan yang bertaraf internasional. Nggak ada lagi yang seperti ini di Indonesia," tambahnya. Bagaimana dengan kemungkinan tukar guling? Pasalnya, PT Jakarta Monorail menurut kabar telah menyiapkan lapangan sofball yang tarafnya sama seperti di Senayan yaitu di Rawamangun. "Bukan masalah gantinya, namun ini merupakan kesatuan kompleks GBK. Lagipula ditakutkan jika ini terjadi, akan berakibat buruk buat kelangsungan bangunan kompleks GBK lainnya," kata Rita.Dijelaskan Rita, pihak KONI akhirnya meminta bantuan pihak Badan Pengelola (BP) GBK, yang kemudian menyarankan untuk menulis surat keberatan kepada Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dengan tembusan untuk Presiden SBY. "Pihak GBK bersedia memfasilitasi masalah ini. Mereka sudah bertemu Mensesneg tetapi tadi saya di telepon Bapak Yasidi Hambali (Ketua BP GBK-Red), katanya lebih baik jika banyak surat yang masuk ke Mensesneg agar beliau (SBY) bisa memberikan keputusan yang benar."Jalur monorel nantinya akan terbagi menjadi dua jalur, yaitu hijau dan biru. Jalur hijau, sejauh 14.3 km, melewati wilayah-wilayah di Jakarta Selatan seperti Casablanca, Museum Satria Mandala, Polda Metro Jaya, Gedung BEJ, GBK, Plaza Senayan, Gedung MPR/DPR, Pejompongan, Sudirman dan Taman Rasuna.Sementara jalur biru, sejauh 12,7 km, melewati Kampung Melayu di Jakarta Timur hingga Roxy di Jakarta Barat. Monorel, yang peluncurannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu, akan dibangun mulai tahun depan. Proyek yang menelan biaya Rp 5,5 triliun ini direncanakan rampung tahun 2006. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads