Indra dan Guntur terbukti menggunakan barang terlarang methylhexaneamine Β yang terkandung dalam Suplemen Jack 3D, pada saat Asian Indoor and Martial Arts Games, Juli 2013. Kala itu, Indra berhasil menjadi juara pertama pada nomor 50 meter gaya dada.
Indra mendapatkan obat itu dari Guntur. Sementara Guntur mengaku mendapatkan suplemen itu dari sebuah pusat kebugaran di kawasan Jakarta Selatan, ketika dirinya tengah melakukan latihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, FINA justru mengambil keputusan untuk menghukum keduanya selama dua tahun. Surat keputusan itu dikirim FINA pada 10 Maret lalu.
"Kami dari pihak PB PRSI sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan kasus penggunaan doping ini terjadi. Ini menjadi pelajaran yang akan selalu diingat dan diantisipasi agar tidak terjadi lagi dimasa mendatang," ujar Ketua Umum PB PRSI, Sandiaga Uno, dalam jumpa pers di Golf Driver Range, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2014).
"Terkait sanksi yang dijatuhkan FINA kepada kedua atlet renang kami, PB PRSI akan berupaya untuk mengambil langkah banding terhadap keputusan ini sesuai mekanisme yang berlaku di FINA," sambungnya.
FINA sendiri memberikan waktu kepada PRSI sselama 21 hari sejak keputusan tersebut diterima PRSI, bilamana ada upaya mengambil keputusan banding.
Dewan Pakar PB PRSI, Wisnu Wardhana, mengatakan, pihaknya akan mencoba mengklarifikasi soal hukuman itu kepada FINA.
"Klarifikasi itu untuk meringankan hukuman terhadap kedua atlet tersebut. Pertama, karena kedua atlet ini tidak tahu, yang kedua adalah LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) sudah memberi hukuman,dan atlet ini sudah menjalani. Ini yang akan kita jelaskan kepada FINA," katanya.
"Ada kemungkinan jika alasannya karena ketidaksengajaan, hukuman bisa dikurangi. Harapannya seperti itu," tambahnya.
Terkait pencegahan agar kasus seperti tak terulang, PB PRSI akan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menjalankan program edukasi.
"Nanti kita akan buat tim yang bekerja untuk membentuk pencegahan, yakni dengan sosialisasi, edukasi. Kita. Β akan bekerja sama dengan LADI, apakah kita akan lakukan workshop kepada atlet dan pelatih, tentang doping ini. Harapannya kejadian ini tak terulang," timpal Sandiaga Uno.
(mcy/a2s)











































