Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) secara resmi telah mengundang Tony dan Elga untuk mendapatkan pelatihan gratis di Swiss. Keduanya direncanakan berangkat pada Senin (10/3) minggu lalu, namun sampai sekarang mereka masih di tanah air.
"Belum berangkat (ke Swiss), saya masih latihan di Malang. Memang rencananya berangkat dari pekan lalu, cuma diundur karena visa aku dan Tony itu belum keluar," kata Elga kepada detiksport lewat sambungan telepon, Selasa (18/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas dari pihak PB sudah mengurusi semua keperluan yang dibutuhkan. Pihak kedubes RI di sana juga sudah bantu, tapi visa memang belum keluar, katanya masih tertahan di kedutaan besar Swiss-nya. Ya sampai sekarang belum ada kabar lagi," terang Elga.
Undangan pelatihan ini sebenarnya bukan kali pertama datang kepada PB ISSI. Sebelumnya, Elga dan Tony juga diundang ketika menghadapi SEA Games di Myanmar akhir tahun lalu. Setidaknya, jika tahun ini keduanya berangkat, ini menjadi kali keempat peraih emas di Myanmar ini mencicipi pelatihan gratis di negeri orang.
"Iya, kalau yang tahun ini jadi jalan berarti sudah empat kali. Bangga juga kembali dipilih. Apalagi kita sama sekali tidak dipungut biaya untuk sekolah. Kita hanya mengeluarkan uang untuk tiket pulang pergi Indonesia-Swiss saja," kata Elga.
Tak hanya pelatihan gratis, mendapatkan kesempatan untuk bertukar ilmu dengan juara dunia pebalap sepeda BMX, diakui Elga, menjadi keuntungan besar juga bagi dirinya.
Maklum, atlet kelahiran Malang, 14 November 1993 ini tengah dalam persiapan menuju Asian Games di Incheon, Korea Selatan, bulan September mendatang. Multievent empat tahunan tersebut juga merupakan debutnya, sehingga ia sangat berharap latihannya di Swiss bisa berdampak positif.
"Jadi selain bisa menyerap ilmu banyak, di sisi lain keberangkatan ke Swiss sebagai persiapan ke Asian Games juga.Β Makanya, harapan saya sebenarnya besar banget. Kesempatan itu 'kan nggak mungkin datang dua kali," sahutnya.
βTak hanya itu,Β Ia juga berharap agar izin tinggal saat di Swiss bisa diperpanjang, supaya ia bisa langsung persiapan di Korea Selatan. "Soalnya kalau kembali ke Indonesia lagi, persiapan akan mulai dari nol lagi. Karena di sana itu kita belajar sepeda BMX sudah masuk ke taraf standar internasional. Nanti jadi percuma," sahutnya.
Sementara itu, pelatih BMX pelatnas Sugeng Tri Hartono ketika dihubungi terpisah membenarkan adanya pengunduran jadwal keberangkatan dua atletnya ke Swiss.
"Memang ada rencana tanggal 10 Maret, berangkat. Tapi kita terkendala di proses pembuatan visanya. Ada peraturan baru, kalau ingin lima bulan di sana harus pakai visa call. Jadi pihak kedutaan Swiss di sini minta ada jaminan dari UCI, kedutaan, KOI untuk izin tinggal di sana. Artinya supaya tidak ada yang disalah gunakan," katanya.
"Jadi sebenarnya ini cuma masalah administrasi saja. Kita pun sudah coba memenuhi persyaratannya dan sampai sekarang kita masih pantau. Ya harapannya minggu ini diharapkan selesai semua," tutupnya.
(mcy/a2s)











































