Hal itu dikatakan pelatih atletik nomor lari jarak jauh, Wita Witarsa, yang menangani Triyaningsih (maraton), dan Rini Budiarti (3.000 meter halang rintang).
Dikatakan Wita, idealnya waktu persiapan adalah satu tahun. Apalagi kedua nomor lari jarak jauh tersebut memiliki karakter yang tidak bisa disamakan dalam program-program latihannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang baru menangani Triyaningsih pada SEA Gamesβ 2013 ini juga tak ingin buru-buru memprediksi peluang atletnya di Incheon nanti.
"Belum tahu (soal kans). Karena kita baru masuk persiapan umum. Paling lihat dari hasil AG 2010. Itu juga hanya jadi patokan sementara, karena kita juga harus lihat perkembangan atlet kita sudah sampai sejauh mana," tuturnya.
Yang sudah pasti, lanjut dia, persiapan umum akan terus dilakukan hingga bulan Mei. Setelah itu masuk dalam persiapan khusus-fase di mana si atlet mulai fokus pada peningkatan teknik dan lain sebagainya, untuk kemudian dilanjutkan dengan agenda ujicoba.
"Kita inginnya ada ujicoba bulan Mei, artinya setelah masuk dalam persiapan khusus. Atau sebelum bulan Juli, karena Juli 'kan sudah masuk bulan puasa ya," kata Wita.
Rencananya Triyaningsih akan dipersiapkan untuk kejuaraan half-marathon di Australia, sementara untuk Rini diproyeksikan mengikuti Taiwan Open.
"Pilihannya ke sana (Australia) karena khusus pelari maraton itu kejuaraannnya hanya sekali dalam setahun. Makanya kita cari kejuaraan half-marathon. Nah, di Australia itu katanya bagus," ungkap Wita.
"Rini kemungkinan ke Taiwan, karena kita mencari prestasi yang bagus di sana. Tapi saya masih harus lihat kalender atletik lagi, mana yang lebih bagus, karena saya tak ingin keduanya sekadar uji coba, tapi kompetitif agar mereka ada pemacunya," tutupnya. Β
(mcy/a2s)











































