Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto menolak anggapan pihaknya tidak mendukung persiapan atlet menuju Asian Games. Disebutnya, bukan sifat atlet untuk mengeluh.
Adalah Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Berat, Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) yang mengeluhkan minimnya dukungan pemerintah pada atlet-atlet yang akan berlaga di Asia Games 2014. Manajer pelatnas Asian Games, Dirja Wihardja, mengaku kalau pihaknya sama sekali belum memberi dukungan akomodasi sama sekali. Padahal angkat besi ditarget emas oleh pemerintah di Asian Games 2014.
Ada 14 atlet yang belum menerima dana akomodasi tersebut, yang tersebar di empat sentra latihan (Bali, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Lampung). Bahkan uang saku saja baru masuk ke rekening pekan lalu, hal mana membuat PB PABBSI merasa kurang dapat perhatian dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya persiapan atlet jangan dihitung per SK (Surat Keputusan). SK itu kan pegangan pemerintah untuk memberikan hak atlet, kalau dihitung dari situ memang hanya sisa lima bulan," terangnya saat ditemui di Kantor Kemenpora, Rabu (26/3/2014).
"Ingat yang namanya periodesasi latihan, ada transisi, tapi transisi bukan istirahat latihan melainkan persiapan menuju latihan."
Di sisi lain, ia memastikan akan terus mendukung setiap kebutuhan atlet. Apalagi target di Asian Games tahun ini adalah sembilan emas.
"Katakanlah sembilan emas dari cabang seperti bulutangkis (2), equestrian (berkuda), wushu (1), dan angkat besi (1)β. Itu yang harus kita penuhi dukungannya."
"Pasti kita penuhi (keikutsertaan di single event), cuma memang penggurus cabangnya mengaβjukan ke kita, nanti kita sesuaikan," simpulnya.
(mcy/din)











































