Anggaran sebesar Rp 250 miliar sebenarnya sudah disiapkan pemerintah untuk kebutuhan pelatnas. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk enam multievent berbeda yakni Asian Games, Asian Beach Games, Youth Olympic Games, ASEAN Paragames, POM Asia, dan SEA Games 2015.
Dengan kondisi seperti itu, dana yang sudah disiapkan tidak bisa diturunkan per multievent. Inilah yang kemudian menjadi kendala lantaran Asian Games udah sangat mepet sementara persiapan atlet masih sangat minim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kan proses entry by name-nya, pendataan untuk regristasi kan harus diurus negara, dan itu harus revisi. Jadi tunggu saja, tidak perlu dikejar. Yang penting kalau sudah keluar pasti kita umumkan," lanjut Roy pada wartawan.
Soal keterlambatan, ia tak menyangkal jika banyak atlet yang menggunakan biaya sendiri untuk memenuhi kebutuhan selama pelatnas. Roy mengaku memahami jika banyak atlet yang mengeluh, dan itu menurutnya hal yang manusiawi.
"Iya, itu manusiawi dan sangat memahami. Hanya keterbatasan harus kita akui, saya tidak mau pinjam sana, pinjam sini, kita ingin semuanya clear and clean. Kalau ada keterlambatan memang seperti itu, kita tidak pernah sangkal jadi fair saja. Tapi saya percaya, atlet Indonesia punya semangat dan jiwanya lebih besar," terangnya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto menyebut kalau anggaran pelatnas Asian Games akan lebih besar. Namun soal detilnya dia belum bisa memberikan data pasti.
"Pasti (anggaran) lebih besar. Hanya saya belum bisa berikan data pasti. Hitung-hitungannya banyak. Hanya konsep persiapan untuk Asian Games kita bedakan. Asian Games adalah utama, SEA Games itu muda," terangnya.
(mcy/din)










































