Pejabat Lama Mundur, Squash Pilih Ketum Baru

Pejabat Lama Mundur, Squash Pilih Ketum Baru

- Sport
Sabtu, 11 Des 2004 00:37 WIB
Jakarta - Persatuan Squash Indonesia (PSI) memilih Syarif Bastaman sebagai ketum periode 2004-2009. Ia terpilih dalam Munaslub yang digelar hari Jumat. Demikian diungkapkan sekretaris Munaslub PSI Deddy Kurniawan Wikanta kepada para wartawan dalam sebuah konprensi pers yang digelar di gedung piramid KONI, Jumat (10/12/2004)."Ketum periode 2000-2005 Bondan Gunawan telah mengundurkan diri dengan alasan kesibukan kerja. Oleh karenanya Rapat kerja nasional (Rakernas) yang sedianya diselenggarakan hari ini (Jumat) diubah menjadi Musyawarah kerja nasional luar biasa (Munaslub)."Dua agenda yang akan digelar dalam Munaslub, pertama adalah memilih ketum PB PSI periode 2004-2009 dan kedua memilih formatur PB PSI periode 2004-2009, Keduanya menghasilkan nama Syarif Bastaman," terang Deddy. Lebih jauh, Deddy mengungkapkan kalau ketum yang baru dipilih secara mutlak oleh 11 Pengurus Daerah (Pengda) yang hadir dalam Munaslub yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Riau, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Banten dan DKI Jakarta.Setelah terpilih, ketum periode 2004-2009 itu diberi tugas untuk menyusun personalia pengurus besar Persatuan Squash Indonesia (PSI) paling 30 hari. Sementara Syarif Bastaman, yang turut mendampingi Deddy dalam konprensi pers, mengungkapkan kalau dirinya memiliki target jangka pendek menjadikan squash menjadi olahraga prestasi. "Target kami di Sea Games 2005 adalah perak. Kalau emas sudah tak mungkin, sementara perak kalau kita serius pasti bisa," katanya seraya mengungkapkan tantangan berat bakal datang dari Malaysia. Lebih jauh pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha ini menginginkan agar squash menjadi olahraga yang lebih populer di Indonesia. Beberapa upaya yang akan dicobanya adalah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah dan swasta guna mempromosikan olahraga squash kepada berbagai kalangan. "Squash bukan olahraga yang mahal, kami perlu menanamkan paradigma itu di pikiran pencinta olahraga di tanah air," tandasnya. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads