Menjadi pebalap muda yang mengibarkan bendera Indonesia di ajang balap internasional, Rio selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia tak segan-segan membalas sapaan fans yang kerap memanggilnya di dalam dan di luar lintasan balap.
Rio juga selalu memulai aktivitas balapnya dengan berdoa. Selama ini dia senantiasa menaruh kutipan Ayat Kursi di dalam kokpitnya, yang dia tempel di sisi dalam mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu biasanya aku pasang di mobil. Setiap awal tahun engga pernah lupa saya bawa," lanjut dia.
Selain Ayat Kursi, dukungan keluarga juga tak pernah luput setiap jelang pertandingan. Rio mengatakan, ibunya selalu mendampinginya.
"Sebelum balap mama itu selalu berdoa, ayah juga selalu lihat di layar untuk memberi dukungan kepada saya. Selain itu tradisi seperti cium tangan juga perlu. Ya seperti biasa saya sebagai anak meminta doa restu agar diberi kelancaran," terangnya.
"Intinya, senanglah bisa di support orang tua. Tinggal mama biasanya sebelum race selalu deg-degan sekali karena balapan ini kan risikonya tinggi, tapi mereka tetap mendukunglah," kisah dia.
Musim ini menjadi musim ketiga Rio tampil di ajang GP2. Setelah memperkuat Barwa Addax Team tahun kemarin, kini dia membalap untuk EQ8 Caterham Racing. Race pertama akan digelar di Bahrain sepanjang akhir pekan ini.
(mcy/din)











































