Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya menetapkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Papua mengalahkan lima kandidat lainnya, termasuk Jawa Tengah, Aceh dan Bali.
"Sesuai dengan regulasi penerapan tuan rumah PON pemerintah menetapkan satu provinsi sebagai tuan rumah PON, yakni Papua. Kami memutuskan ini dengan beberapa pertimbangan yang matang," ungkap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Menpora Djoko Pekik Irianto, dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Kamis (3/4/2014).
Papuan terpilih mengalahkan lima provinsi lain yang juga menjadi kandidat penyelenggaraan tuan rumah pesta olahraga terbesar di Indonesia itu. Lima provinsi tersebut adalah Aceh, Bali, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertimbangan kami memilih Papua adalah selain regulasi dari PP nomor 17 tahun 2007 tentang penyelenggaraan PON. Maka setelah ditawarkan seluruh provinsi oleh KONI, ada 6 provinsi yang berminat menjadi tuan rumah, seperti Aceh, Bali, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan."
"Sementara pertimbangan lain, bahwa ada wacana kalau PON selalu diselenggarakan di Jawa. Maka perkembangan olahraga, infrastruksur olahraga dan prestasi tidak akan merata ke daerah. Harusnya semua provinsi bahkan yang terkecil pun bisa jadi tuan rumah PON," terang Djoko.
Sekretaris Umum KONI Papua, Yusuf Yambe Yabdi, menyambut gembira penunjukkan tersebut. Menurutnya tidak mudah untuk bisa menjadi tuan rumah PON, karena pihaknya harus meyakinkan provinsi seluruh Indonesia.
"Kami juga menyadari sulit untuk mempersiapkan semua. Oleh sebab itu, pada kesempatan penting ini, kami memohon dukungan agar Papua bisa jadi provinsi yang mampu menjadi tuan rumah PON dengan memberi kontribusi terhadap prestasi olahraga di masa yang akan datang," tambahnya.
Hal sama juga diungkapkan Kepala Daerah Papua, Muhammad Mozaad. Dia menjanjikan memadukan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain demi bisa mensinergikan dan mencapi empat kesuksesan: sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, sukses prestasi, dan sukses administrasi.
"Karena itu kami secara garis besar kami sudah mempersiapan pembangunan venue dan olahraga kita. Dan kita memohon dukungan dari pemerintah pusat untuk kelancaran Papua sebagai tuan rumah," ujarnya.
(mcy/din)











































