Atlet Panahan Belum Lengkap, Satlak Prima Panggil Pengurus

Atlet Panahan Belum Lengkap, Satlak Prima Panggil Pengurus

- Sport
Sabtu, 05 Apr 2014 12:48 WIB
Jakarta - Belum lengkapnya atlet panahan yang dipelatnaskan secara terpusat di Jakarta, mendapat sorotan dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Ketua Satlak Prima Suwarno mengatakan akan memanggil kedua Perpani Pusat dan daerah untuk mencari solusi, Senin (7/4) mendatang.

Satlak Prima telah menetapkan 154 nama yang diproyeksikan dalam pelatnas Asian Games 2014 dalam Surat Keputusan nomor 5 tahun 2014 per 1 Februari. Termasuk di dalamnya adalah 12 atlet panahan yang lolos melalui data prestasi.

Sayangnya, meski SK sudah diturunkan, pelatnas yang harusnya dilakukan secara sentralisasi di Jakarta, 1 Maret lalu, justru tidak diikuti semua atlet panahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat atlet proyeksi Asian Games sudah melakukan latihan di Jakarta, sementara delapan atlet lainnya tak hadir dan masih berlatih di Jawa Timur. Padahal PP Perpani sendiri sudah melakukan dua kali pemanggilan kepada atlet daerah untuk latihan terpusat. Namun, Perpani Jawa Timur belum mau melepas kedelapan atlet tersebut karena tidak percaya dengan persiapan latihan di Jakarta.

Polemik kedua pihak inilah yang akhirnya membuat Kasatlak Prima Suwarno untuk mengambil sikap dengan memanggil kedua pihak.

"Dalam seminggu ke depan kami akan panggil Perpani Pusat dan Daerah Jatim untuk kita mediasi dan carikan solusi," kata Suwarno kepada detikSport, Sabtu (5/4/2014).β€Ž

Suwarno menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah mencium gelagat ketidak harmonisan antara kedua pihak. Namun karena sudah mulai berdampak pada persiapan atlet panahan menuju Asian Games, makanya ia mencoba cari solusi.

"Masalah panahan kan sama dengan sepeda di dalam pengurusnya ada ketidakcocokan makanya kita berusaha untuk membantu. Karena ini berpengaruh pada persiapan atlet," tambahnya.

Opsi dari solusi menyatukan keduanya cukup beragam. Dua di antaranya, bisa saja atlet daerah di coret jika tak mengikuti apa yang sudah ditetapkan Satlak, atau opsi kedua tetap melakukan disentralisasi atau sentralisasi dengan catatan target dan proyeksinya bisa dipertanggung jawabkan.

"Panahan yang kita jagokan itu adalah nomor recurve, untuk memenuhi target itu tentu si atlet harus konsentrasi. Lantas apakah dengan tetap berlatih di daerah mereka bisa fokus dan proyeksi mereka bisa berpeluang medali, ya tidak masalah jika ingin berlatih di daerah. Karena ada juga cabang lain ada yang atletnya berlatih daerah.

"Sebaliknya, jika tidak bisa maka ada kemungkinan atletnya kena degradasi. Dari awal saya selalu bilang, Asian Games ini bukan ajang coba-coba, tapi ada target, proyeksi dan kehormatan bangsa. Kalau memang cabor atau si atletnya tak berpeluang ya tidak akan kita ikutkan. Semua tergantung dari kemampuan si atletnya dalam perkembangannya ke depan, dan PB/PP harus tanggung jawab untuk mempersiapkan semua."

Dalam kesempatan terpisah, manajer pelatnas Asian Games Alman Hudrie membenarkan adanya pemanggilan mediasi dari Satlak Prima. Ia pun berharap agar dalam pertemuan itu mendapatkan solusi terbaik untuk keduanya. Karena jika dibiarkan hal ini akan berdampak pada persiapan atlet.

"Ya, atlet jadi kurang kompak, makanya Senin ini kami dipanggil. Kami akan datang, tapi kalau dari pihak Jatim tidak ada yang mau datang, ya akan dicoret (atletnya)," sahutnya.

Pencoretan ini tentu bakal merugikan karena hampir semua atlet yang berlatih di Jawa Timur adalah atlet yang berpeluang menyumbang medali. Seperti diantaranya Ika Yuliana (recurve), Dellie Threesyadinda (compound), Diananda Chairunisa (recurve), Erwina Safitri (recurve), Catur Wuri Adinugroho (compound), IGNP Praditya Jati (compound), Kuswantoro, dan Della Adisti Handayani (compound)

"Kalau dicoret peluangnya... ya, apa boleh buat," kata Alman pasrah menanggapi jika benar atletnya bakal dicoret dan tidak ada titik temu.

"Kalau masalah kurang peraya dengan persiapan di Jakarta, biar nanti waktu membuktikan. Silahkan dinilai apa yang sudah dilakukan di daerah, dan apa yang sudah dilakukan pusat," tambahnya.

(mcy/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads