Soal Anggaran dan Peralatan untuk Asian Games, Menpora Tegaskan Pentingnya Koordinasi

Soal Anggaran dan Peralatan untuk Asian Games, Menpora Tegaskan Pentingnya Koordinasi

- Sport
Rabu, 16 Apr 2014 12:50 WIB
Soal Anggaran dan Peralatan untuk Asian Games, Menpora Tegaskan Pentingnya Koordinasi
Jakarta - Menpora Roy Suryo belum bisa memastikan berapa tepatnya dana yang dianggarkan untuk Asian Games 2014. Secara khusus, ia juga mengaku ingin ekstra hati-hati dalam mengurusi pengadaan peralatan.

Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk kebutuhan pelatnas. Tetapi jumlah tersebut dialokasikan untuk enam ajang multicabang, yakni Asian Games, Asian Beach Games, Youth Olimpic Games, ASEAN Paragames, POM Asia, dan SEA Games 2015 sehingga dana tidak turun per ajang.

"β€ŽSebenarnya detail untuk semuanya ada di Deputi IV Kemenpora. Tapi yang jelas, semua sudah kita atur sesuai dengan pengajuan tahun lalu," kata Roy Suryo menjawab pertanyaan jumlah anggaran untuk Asian Games mendatang, Selasa (16/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bisa saja bilang 250 miliar, tapi seperti kejadian yang sudah-sudah dana itu bisa saja berkurang. Seperti Islamic Solidarity Games (ISG) tahun lalu, kita sudah tetapkan anggaran tapi karena ada potongan dari APBNP, dana 200 miliar jadi 128 miliar. Jadi harap diingat, kuncinya tidak bisa kita putuskan sendiri, ada Kementerian Keuangan yang ikut juga putuskan," terangnya.

Koordinasi, tambahnya, juga penting dalam hal pengadaan peralatan. Itu mengapa Roy minta sedikit pemakluman jika ada keterlambatan.

"Ya memang masalahnya karena tidak semua kita tentukan dari satu kantor. Kadang kita sudah lelang seperti SEA Games tahun lalu, terus di Myanmarnya berubah. Itu kalau kita terus melakukan proses tender, seperti peralatan untuk tenis misalnya dan ternyata tidak dipertandingkan.... mungkin saya masuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena dituduh menandatangani tender yang tidak ada.

"Jadi makanya sikap hati-hati kami ini sebenarnya demi semuanya. Ya kalau telat-telat sedikit dimaklumilah. Tapi bukan berarti telat terus. Intinya optimistis dengan sisa waktu yang ada. Mbak tahu saya selalu optimis," beber Roy.



(mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads