'GBK Sarang Korupsi'
Selasa, 14 Des 2004 23:43 WIB
Jakarta - Direktur Blora Center Drs. M. Yusuf Rizal menduga bahwa Gelora Bung Karno (GBK), sebagai kawasan pusat kegiatan olahraga di Indonesia, menjadi sarang praktek Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).Demikian diungkapkan Yusuf saat meresmikan berdirinya LSM Indonesian Sports Watch (ISW) di Jl. Blora, Jakarta, Selasa (14/12/2004). Dikatakannya, pengelolaan GBK disinyalir sarat KKN dan merugikan negara hingga trilyunan rupiah. Hal ini dikarenakan pengelolaannya tidak transparan, mulai dari pengelolaan aset dan kontrak sampai pendapatan keuangannya.Dikarenakan berdasarkan SK Presiden No. 37/1988, bahwa pengelolaan kawasan GBK dipimpin langsung oleh menteri sekretaris negara (Mensesneg), maka pejabat menteri yang sekarang, Yusril Ihza Mahendra, harus segera turun tangan."Ini tantangan buat Mensesneg yang baru untuk mendukung visi dan misi pemerintahan yang bersih seperti tertuang dalam program 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Kami mengkhawatirkan ada masalah yang diselesaikan di bawah meja," demikian rilis yang diterima detikcom.Dicontohkan Yusuf, salah satu kejanggalan pengelolaan GBK adalah penyewaan driving golf. "Masak dikatakan bahwa tarifnya Rp 3 juta per bulan? Seharusnya lebih dari itu karena lokasinya strategis di tengah kota.Kemudian lahan parkir, pemasukan dari sini juga tidak jelas berapa nilainya."Menurut direktur GBK Yasidi Hambali, seperti ditirukan Yusuf, pendapatan GBK per tahun hanya Rp 4 miliar. Perihal kontrak dengan beberapa bangunan yang menggunakan lahan di sekitar GBK juga dianggap jauh dari maksimal. Dikatakan Yusuf, semestinya pengelola bisa mendapat trilyunan rupiah karena ada sekitar 15 perusahaan yang berada di kawasan tersebut seperti Hotel Hilton, Plaza Senayan dan lain-lain.Jika pengelolaan GBK dapat diperbaiki, tambah Yusuf, menteri pemuda dan olahraga (Menpora) sebenarnya tidak perlu pusing dalam mencari dana abadi buat olahraga. "Menpora tinggal minta saja kepada Mensesneg agar GBK dikelola secara profesional demi pengembangan olahraga seutuhnya."ISW, setelah melengkapi data-data pendukung, berniat melaporkan hal ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan akan meminta Mensesneg untuk mengaudit serta melakukan pembenahan pengelolaan GBK. Blora Center merupakan wadah kampanye Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2004 lalu dan saat ini menjadi wadah yang memberikan masukan kepada pemerintahan SBY-Kalla serta wadah sosialisasi kebijakan pemerintahan duet tersebut. (a2s/)











































