Triatno menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan PB PABBSI menuju Asian Games 2014. Ia terpilih lantaran memiliki pengalaman di beberapa ajang di tingkat Asia dan Olimpiade.
Pada Asian Games 2010, Triyatno berhasil menyumbang medali perunggu di kelas 60 kilogram. Sementara di Olimpiade London 2012, ia berhasil merebut medali perak di kelas yang sama.
Tapi, lifter andalan Indonesia itu absen di ajang SEA Games lalu karena harus menjalani proses penyembuhan usai operasi lutut.
Setelah pulih dari cedera lutut, Triyatno pun sudah menjalani latihan terpisah di Balikpapan yang sudah berjalan selama dua bulan bersama Edi Kurniawan.
Satu tes yang akan dimulai pada 2 Mei di pintu Kuning Stadion Gelora Bung Karno pun sudah menunggu Triyanto untuk mengetahui hasil latihan. Menyusul itu, kejurnas yang yang akan berlangsung pada bulan Juni itu juga sudah menanti.
Menatap dua event itu, Triyatno pun cuma ingin melakukan yang terbaik. Tapi, dia menegaskkan bahwa dirinya tak mematok target.
"Sudah dipersiapkan sejak jauh hari, targetnya engga ada. Tapi berusaha berikan yang terbaik saja. Karena baru pemulihan angkatan, jadi sebisa mungkin maksimalkan yang ada saat tes nanti," kata Triyatno ketika dihubungi detikSport, Selasa (29/4/2014).
Selama dua bulan menjalani latihan Triyatno, pun mengungkapkan perkembangannya.
"Alhamdullilah sudah lumayanlah, angkatan snacht 120 kilogram, clean and jerk 165 kilogram. Memang belum penuh angkatannya, karena kan engga bisa langsung angkat berat banget jadi mesti bertahap," kata Triyatno.
Meski begitu, Triyatno mengungkapkan bahwa dirinya masih harus meningkatkan beban angkatannya untuk bisa bersaing di Asia.
"Untuk bersaing di Asia memang masih kurang berat ya, apalagi dengan waktu tersisa lima bulan. Selain itu dukungan dari pemerintah juga kurang, jadi memang harus ada yang disiasati," tutur Tri -panggilan akrab Triyatno.
"Kayak saat latihan itu sering mengulang angkatan, dengan begitu bertahap semakin hari semakin meningkat angkatannya. Sama yang penting tetap semangat dan berdoa. Karena itu yang menjadi pondasi kita untuk kedepannya," terangnya.
(mcy/cas)











































