Buku yang ditulis oleh βdua psikologi olahraga Arman E Siregar dan Damar Arum D ini menceritakan tentang perjuangan Tri mulai dari perkenalannya terhadap dunia persilatan, suka duka selama mengikuti latihan, hingga ia mampu meraih kesuksesan sebagai atlet juga pelatih.
"Saya (Damar Arum D) dengan bang Arman (E Siregar) berteman sejak kuliah S2 dan kami sama-sama ingin membuat buku tentang olahraga yang berkaitan dengan psikologi. Buku olahraga psikologi jarang, tapi kita punya banyak atlet yang bermental bagus salah satunya Tri Widodo ini," ujar Damar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
β
Selama masa karirnya di pencak silat, Tri telah menjuarai berbagai kejuaraan pencak silat, nasional maupun internasional. Seperti meraih gelar juara dunia di Kejuaraan Dunia Pencak Silat tahun 2000, di Vietnam.
Β Kemudian meraih medali emas di βSEA Games XXI, 2001, kelas 50-55 kilogram di Pasir Gudang Indoor Stadium Johor Malaysia, dan PON ke XV tahun 2000.
"Sebenarnya buku ini muncul karena sindiran halus dari almarhum Oong Mariyono-dia adalah senior saya di perguruan pencak silat. Waktu saya menjenguk beliau ke Singapura, ia bilang kalau saya sudah menjadi juara dimana-mana sekarang apalagi? Tulis bukulah. Itulah pemicunya kenapa saya mau menulis buku ini," tutur Tri.
"Saat itu saya masih pikir tulis engga ya, tulis engga. Tapi karena banyak juga yang mendukung dan meminta, akhirnya Juni 2013 niat bikin buku terealisasi," sambungnya.
"Buku ini cukup berbeda, karena isinya tentang silat. Mungkin ini buku biografi pencak silat pertama. Jadi buat saya ini begitu istimewa, dan saya tidak hanya bercerita tentang diri saya, tapi apa yang sudah saya dapatkan, saya buka-bukaan soal pendidikan saya, segala macam. Dan didalamnya ada tips dan trik untuk menghadapi pertandingan."
Ia berharap kelak dengan adanya buku ini bisa memotivasi seluruh masyarakat, dan penyuka pencak silat untuk terus berjuang dan meraih mimpi.
"Harapan saya banyak yang ketularan buat. Buku, termotivasi buat juara apapun levelnya. Karena sebenarnya juara dunia juga bukan segalanya, tapi dalam konteks ini harus memotivasi mereka untuk menjadi juara," tandasnya.
(mcy/mrp)











































