Hendro yang berlaga di jalan cepat 20 km berhasil mencatatkan waktu 1 jam 29 menit dan 24 detik. Hasil tersebut lebih cepat 11 detik dari rekor nasional atas namanya sendiri.
Namun angka tersebut masih jauh dari yang ditargetkan padanya. Untuk bisa kembali masuk dalam pelatnas Asian Games dia dituntut PASI menorehkan waktu di sekitar satu jam, 22 menit dan 47 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puji Tuhan urutan ke 88 dari 113 peserta di ajang tersebut, dengan catatan waktu 1 jam 29 menit 24 detik," kata Hendro kepada detikSport, Selasa (6/5/2014).
"Sebenarnya βsaya masih belum puas, karena latihan saya belum maksimal. Tetapi dari catatan waktu dengan persiapan sekarang ini, saya harus puas dulu. Karena target tahun ini saya ingin bisa mencetak waktu dibawah hasil yang saya dapatkan pada uji coba itu," tambahnya.
Untuk bisa mewujudkan itu, sepulang dari China, peraih medali emas SEA Games 2013 ini mengaku langsung memulai latihan kembali. Salah satunya latihan untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan otot.
"Saya pribadi punya evaluasi atas hasil saya di China. Beberapa hal yang harus dibenahi termasuk lebih memperbanyak jam terbang dalam kejuaraan di Asia dan dunia, latihan daya tahan, serta kekuatan otot.
"Mungkin tiga hal itu βdulu yang harus dibenahi, jika ingin tampil baik di kancah dunia," katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah manajer pelatnas Asian Games sekaligus βKepala bidang Pembinaan dan Prestasi PB PASI, Boedi Dharma mengaku belum menerima hasil laporan hasil uji coba Hendro. "Belum terima laporan dari pelatih, tapi akan kami bahas nanti saat di Jakarta," kata Boedi lewat pesan singkatnya dari Solo.
IAAF World Race Walking Cup di Taicang, China, 3-4 Mei, merupakan uji coba pertama Hendro setelah hampir tiga bulan ia melakoni pemusatan latihan guna menghadapi multievent. Uji coba ini juga sebagai penentuan statusnya di pelatnas Asian Games.
(mcy/din)











































