Kedua atlet pengganti itu adalah Dennis Joshua Tiwa dan Alexis Wijaya Omar. Mereka dimasukkan ke dalam tim inti pelatnas renang untuk Asian Games 2014, menyusul "dilema" atas kasus yang menimpa Indra.
Seperti diketahui, Indra dihukum skorsing dua tahun oleh federasi renang internasional (FINA) atas kasus doping. Walaupun PRSI sedang mengajukan banding, namun nasibnya tetap belum jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua, menurut Heru, belum ada kepastian dari FINA soal tindak lanjut hukuman mereka. Dan ketiga, Indra pun sejak ada kasus tersebut tidak pernah latihan.
"Jadi daripada dipaksakan tapi hatinya tidak ke sana, percuma juga. Karena secara psikologis Indra lagi down. Kalau tetap dimasukkan namanya nanti berefek latihan dan pertandingan juga. Jadi itulah beberapa alasan kita mencoret Indra," terang Heru.
Sementara itu, menurut Koordinator cabang terukur Hadi Wihardja, Dennis dan Alexis dipersiapkan sebagai perenang cadangan untuk nomor estafet 4 x 100 meter gaya ganti. Mereka rencananya akan masuk dalam SK per 1 Mei pelatnas Asian Games 2014.
Meski begitu, menurut Hadi, Satlak Prima masih menyimpan sebuah kemungkinan jika hukuman Indra diringankan oleh Badan Arbritase Olahraga Internasional.
"Kalau hukumannya diperingan, dia tetap dapat bertanding di Asian Games, karena FINA memperbolehkan satu tim estafet ada dua cadangan. Dengan catatan, yang dua cadangan ini catatan waktunya tidak jauh dari tim inti," katanya.
(mcy/a2s)











































