Renang: Minim Jatah Uji Coba, Minim Dana dari Pemerintah

Renang: Minim Jatah Uji Coba, Minim Dana dari Pemerintah

- Sport
Jumat, 16 Mei 2014 23:53 WIB
Jakarta -

Jelang bergulirnya Asian Games 2014, cabang renang mendapatkan sejumlah keterbatasan. Kendati demikian, latihan tetap digeber demi ajang multievent tersebut.

Rencananya, simulasi berupa tes internal ini bakal dimulai pada bulan Juli atau pada memasuki masa prakompetisi. Rencana untuk terjun di beberapa kompetisi pun harus ditangguhkan. Pasalnya, dari lima kejuaraan yang diusulkan ke Satlak Prima, hanya dua yang bisa diakomodir.

"Kita sudah masuk dalam persiapan khusus hingga Juni mendatang. Setelah itu bulan Juli akan masuk pra-kompetisi. Di mana kita akan perbanyak simulasi dan kompetisi," kata pelatih pelatnas renang Albert C. Sutanto ketika ditemui di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Jumat (16/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti kita tahu bulan pemilu ini dana memang terbatas sekali. Dari lima Kejuaraan yang kita usulkan ke Satlak Prima, hanya dua yang bisa diakomodir. Itu pun harus kita pilih mana dua yang kita inginkan," tambahnya kemudian.

Albert menjelaskan, untuk jatah uji coba pertama dari Satlak Prima, pihaknya baru menggunakannya pada saat uji coba Kejuaraan Nasional Kelompok Umur di Singapura, pada April lalu.

"Satu uji coba sudah kita gunakan saat ke Singapura, itu pun kita talangin dulu, nanti reimburse. Sementara untuk Malaysia Open (Mei), kita pakai biaya sendiri, karena sudah masuk dalam program latihan kita dan kebetulan biayanya juga murah," jelas Albert.

Di samping minimnya jatah uji coba dari pemerintah, rupanya dukungan dari pengurus renang sendiri dirasakan juga belum maksimal. Kendati demikian, sebut Albert, simulasi menjadi penting. Tujuannya adalah untuk membiasakan atlet dalam situasi pertandingan yang kompetitif.

"Ya, dari PB (Pengurus Besar) juga mungkin belum terlalu mendukung kita sepenuhnya. Karena dengan kepengurusan yang baru, dan dalam satu tahun ini kita juga belum tahu tujuan kita kemana. Makanya, kita merasakannya juga belum maksimal. Buktinya yang Malaysia Open saja biaya masing-masing."

"Simulasi ini baru wacana di bidang tim pelatih, supaya anak-anak terbiasa bertanding, karena nanti saat bertanding kan pressure-nya tinggi banget, ya," ucapnya.

(mcy/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads