Kompetisi Selancar Internasional di Pulau Merah Banyuwangi Kembali Digelar

Kompetisi Selancar Internasional di Pulau Merah Banyuwangi Kembali Digelar

- Sport
Minggu, 18 Mei 2014 08:47 WIB
Kompetisi Selancar Internasional di Pulau Merah Banyuwangi Kembali Digelar
detikSport/Putri Akmal
Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Pulau Merah Banyuwangi International Surfing Competition 2014. Perhelatan berkonsep sport tourism ini merupakan yang kedua kalinya setelah sukses digelar tahun lalu.

Ketua Panitia, Ahmad Khoirullah, mengatakan, kompetisi selancar internasional itu akan digelar pada 23 – 25 Mei mendatang dengan melombakan tiga kategori, yaitu level lokal, nasional, dan internasional. Sebanyak 120 peserta dari 15 negara bakal berpartisipasi. Di antaranya, Belgia, Austria, Amerika Serikat, Malaysia, Turki, Jerman, Perancis, Belanda, Rusia, dan Serbia.

"Tentunya para peselancar lokal Banyuwangi dan nasional turut meramaikan event ini," kata Khoirullah yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga saat jumpa pers di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (17/05/2014) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, perhelatan ini juga akan diramaikan oleh para siswa dari sekolah selancar yang ada di Eropa. Mereka tengah melakukan studi banding obyek surfing di Indonesia, dan oleh panitia diundang untuk menjajal ajang International Surfing Competition di Pulau Merah, Banyuwangi.

Kompetisi ini menjanjikan aksi fantastis para surfer menaklukkan gulungan ombak di Pantai Pulau Merah. Salah satu spot wisata unggulan di Jawa Timur ini memiliki ombak dengan ketinggian mencapai 4 meter dan panjang sampai 400 meter.

"Dengan keunikan Pulau yang menjulang di tengah-tengahnya, Pantai Pulau Merah menjadi salah satu destinasi wisata memikat yang wajib dikunjungi. Event kompetisi selancar ini juga bagian dari promosi destinasi wisata Pantai Pulau Merah yang saat ini sudah cukup dikenal dan ramai dikunjung wisawatan," ujar Khoirullah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya mengandalkan sejumlah varian pariwisata, mulai dari event tourism lewat Banyuwangi Ethno Carnival atau Banyuwangi Jazz Festival hingga sport tourism lewat Tour de Ijen dan International Surfing Competition.

Menurut Bupati Anas, pariwisata sampai saat ini masih menjadi salah satu industri yang bisa mendatangkan keuntungan finansial tercepat dan terefisien. Dengan melihat potensi wisata Banyuwangi, baik yang berbasis alam maupun budaya, pariwisata dijadikan salah satu andalan penggerak ekonomi.

"Pijakan dasar dari semua varian itu adalah eco-tourism atau ekowisata yang menyajikan alam apa adanya dan mengakomodasi pengembangan budaya lokal," tandas Bupati Anas.

(din/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads