Tak sekadar ajang olahraga, Bromo Marathon juga menawarkan beberapa aspek lain yang sangat menarik. Diharapkan event ini bisa menjadi sport tourism andalan di daerahnya.
Bromo Marathon pertama kali diadakan tahun lalu, diikuti lebih dari 900 peserta dari 30 negara, serta menarik perhatian 5.000 penonton. Situs CNN bahkan memasukkannya sebagai salah satu lomba lari terbaik Asia tahun 2013, bersaing dengan ajang lainnya di Cina, Laos, Thailand, dan Kamboja.
Menurut Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, gelaran Bromo Marathon tahun lalu ikut memberi dampak positif bagi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Jumlah wisatawan ke Bromo melalui Pasuruan yang meningkat, diharapkan memicu pula pembangunan infrastruktur yang lebih besar, misalnya hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya Bromo Marathon, efek lainnya tentu berkaitan dengan wisata, karena satu pelari pasti membawa keluarganya juga. Ini yang namanya multiefek," sambungnya.
Bromo Marathon edisi kedua tahun ini akan digelar pada 7 September. Menurut ketua panitia, Dedik Kurniawan, calon peserta yang telah mendaftar sudah melampaui jumlah peserta tahun lalu.
"Tahun ini peserta kita meningkat. Saat ini saja yang daftar sudah lebih dari 1.200 orang. Diharapkan bisa lebih, mudah-mudahan bisa mencapai target kami 3.000 peserta," tutur Dedik.
Bromo Marathon bermuatan sosial juga karena sekaligus menggalang dana dari peserta (maupun donator), untuk membangun perpustakaan-perpustakaan di sekolah-sekolah di Kecamatan Tosari, serta fasilitas penunjang pendidikan yang lain.
Kekhasan lain dari event ini adalah memanfaatkan potensi budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Dikatakan Dedik, nantinya pihak penyelenggara akan memberikan trofi khusus kepada para pemenang, berupa hasil pertanian masyarakat Pasuruan seperti wortel, paprika, dan sayuran lain.
"Selain untuk para pemenang lomba, kami juga menyiapkan suvenir dari UKM-UKM di sini, untuk para wisatawan," ujarnya.
Bupatu Irsyad menambahkan, untuk semakin mengoptimalkan potensi pariwisata di Pasuruan, ditambah dengan adanya event seperti Bromo Marathon, pihaknya berjanji akan menambah dan memperbaiki berbagai infrastruktur penunjang.
"Jalan-jalan mulai kami benahi. Selain itu kami juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 193 juta dari APBD. Itu belum untuk yang lain, seperti penyelenggaraan festival seni budaya," ucap Irsyad menyebut jumlah bantuan dana untuk mendukung Bromo Marathon 2014 itu.
Agenda Bromo Marathon 2014
Jumat, 5 September:
- Pengambilan perlengkapan lomba
- Pembukaan dan festival UKM
Sabtu, 6 September
- Pengambilan perlengkapan lomba
- Tengger Art dan Culture Festival
- Lomba Fotografi
Minggu, 7 September
- Lomba marathon
- Lomba Fotografi
- Penutupan
Bagi yang ingin mendaftar dalam ajang ini, dapat mengunjungi situs www.bromomarathon.com atau email melalui info@bromomarathon.com.

(mcy/a2s)











































