Dennis terpilih menggantikan Indra setelah salah satu perenang andalan di nomor gaya dada itu resmi dicoret Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia, karena kasus doping yang menimpanya.
Indra dihukum skorsing dua tahun oleh federasi renang internasional (FINA) atas penggunaan doping di Asian Indoor an Martial Art Games (AIMAG), Incheon, Juli tahun lalu. Walaupun sudah mengajukan banding, PRSI akhirnya memutuskan mencoret perenang andalannya itu karena hingga kini nasibnya belum jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapannya sudah dari awal tahun, dan sekarang sudah masuk dalam persiapan khusus. Artinya sudah fokus pada nomor 100 meter gaya dada, seperti pematangan teknik gaya itu sendiri, dan hal lainnya. Ini karena saya didesain untuk menggantikan Indra," ungkap Dennis ketika ditemui di Stadion Kolam Renang Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).
Meski begitu, Dennis mengakui hal itu tak akan mudah karena Indra memiliki catatan waktu yang lebih cepat dibanding dirinya.
"Saya dituntut untuk bisa mengejar catatan Indra yakni 1 menit 0,3 detik. Sementara catatan waktu saya 1 menit 0,4 detik. Memang beda satu detik saja, tapi di dunia renang satu detik itu cukup berat.
"Ini jadi tantangan buat saya. Artinya saya dikasih challenge dari pelatih untuk bisa mendekati itu. Saya sih pede-pede saja, yang penting sudah usaha yang terbaik. Jadi pede saja.
"Sebenarnya kalau dibilang cukup tidak cukup waktunya, ya harus dicukupi. Karena pelatih sudah desain programnya, jadi harus dijalankan. Kalau pelatih saja sudah support, ya kita maksimalkan apa yang sudah kita dapat," paparnya.
Lebih dari itu Dennis memiliki motivasi tersendiri untuk tampil di Asian Games.
"Saya ingin membanggakan keluarga. Selain itu bangga juga karena bawa nama Indonesia. Istilahnya, SEA Games saya sudah pernah, pasti inginnya bisa melewati ajang di atas itu. Salah satunya di Asian Games ini," katanya.
(mcy/a2s)