Beberapa titik rute lari ajang Jakarta Internasional 10K juga menjadi lokasi pembangunan MRT. Oleh karena itu, sertifikasi ulang dari federasi atletik internasional (IAF) pun diperlukan.
Jalur busway di bundaran HI hingga perempatan Sarinah menjadi jalur terpanjang yang terkena imbas pembangunan MRT. Hal itu diketahui setelah diadakan survey awal rute, Rabu (21/5/2014) dinihari WIB.
Untuk memastikan jarak rute Jakarta 10K yang dimulai dari rute silang Barat Daya Monas-Jalan M.H Thamrin-Bundaran HI-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Bundaran HI-Jalan M.H Thamrin-silang Barat Daya Monas, tetap berjarak 10 kilometer, maka pihak PB PASI pun akan segera melakukan pengukuran ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat perlu (dilakukan pengukuran ulang), karena ada pemisahan dari jalur busway yang harus keluar, dan itu sekitar satu kilometer sendiri, nah itu tidak boleh," ungkap Umaryono kepada detikSport.
"Rule-nya, sekali sertifikasi berlaku lima tahun dengan catatan tanpa ada perubahan. Ini memang tinggal tahun terakhir, tapi masih bisa dipergunakan. Tapi, dari Sarinah sampai Bundaran HI terkena imbas MRT, jadi perlu pengukuran ulang," imbuhnya.
Untuk hal itu, Umar mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak IAF, agar bisa segera melakukan pengukuran ulang.
"Kami sudah mengirim email ke pihak yang bersertifikasi dari IAF yang bertempat di Hong Kong. Satu-dua hari ini tinggal menunggu jawaban, paling tidak minggu ini sudah ada action, sehingga dua minggu ini masih cukup untuk melakukan perbaikan," ungkap Umaryono.
Ajang Jakarta 10K akan berlangsung pada 8 Juni mendatang. Sebanyak 35 ribu peserta ditargetkan bakal ambil bagian dalam ajang tahunan yang sudah digelar untuk ke-11 kalinya itu.
Total hadiah sebesar 900 juta dipersiapkan untuk para peserta yang dibagi dalam tiga kategori, yakni elite internasional, elite nasional, dan juga umum.
(cas/rin)











































