Sertifikasi rute ajang Jakarta International 10K sudah selesai dilakukan. Hasilnya, ada sedikit perubahan di lintasan lari, meski tidak terlalu signifikan.
Pengukuran ulang jalur silang Barat Daya Monas-Jalan M.H Thamrin-Bundaran HI-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Bundaran HI-Jalan M.H Thamrin-silang Barat Daya Monas, diperlukan sebab adanya proyek MRT.
Penutupan jalur busway di bundaran HI hingga perempatan Sarinah membuat pengukuran ulang itu wajib digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan PB PASI melakukan korespondensi dengan pemilik lisensi IAF dari Hong Kong, Fung Wang Tak, pengukuran ulang pun sudah selesai dilakukan, Minggu (25/5/2014) dinihari WIB.
"Tahapan awal dari pengukuran ini dilakukan dengan melakukan kalibrasi alat pengukuran. Setiap jarak satu kilometer, hasilnya akan diberi lebih sekitar 30 meter. Andai hasilnya melenceng jauh, nanti akan dilakukan adjustment," tutur manajer kompetisi Jakarta 10K Umaryono kepada detikSport.
Setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata tak ada perubahan yang signifikan. Tapi berbeda dengan pengukuran sebelumnya, rute yang diukur saat ini di luar sisi terpendek, yakni jalur busway.
"Karena ada jalur busway yang ditutup karena proyek MRT, maka pengukuran dilakukan di sisi badan jalan. Hasilnya tak ada perubahan yang signifikan, hanya kurang lebih 30 meter," ucap Dardityo Santoso dari D&D Production, yang mengorganisir event tersebut bersama Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi DKI Jakarta.
Jakarta 10K akan berlangsung pada 8 Juni mendatang. Sebanyak 35 ribu orang ditargetkan bakal berpartisipasi dalam ajang yang juga menjadi rangkaian ulang tahun DKI Jakarta yang ke-487 itu.
Total hadiah senilai 900 juta rupiah sudah disiapkan oleh pihak panitia yang untuk peserta yang terbagi dalam kelompok elit, umum dan pelajar itu. (cas/roz)










































