Demikian hal itu disampaikan panitia pelaksana turnamen EJWJGC Sutopo Kristanto dalam jumpa pers di Driving Range Senayan, Jakarta, Senin (26/5).
"Turnamen ini sudah terselenggara sejak lama. Visi misi kita menggulirkan ajang ini selain untuk memajukan pegolf junior di Indonesia, juga mempromosikan kota Jakarta dengan memadukan kegiatan wisata para peserta di Jakarta," kata Sutopo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan penyelenggaraan turnamen ini sebagi bagian dari kalender kegiatan olahraga dalam memeriahkan perayaan HUT ke-487 ibukota, setiap tanggal 22 Juni.
Hingga saat ini sebanyak 22 negara termasuk Indonesia telah memberi konfirmasi untuk berpartisipasi.
"Jumlah peserta sudah mencapai 147 pegolf. Mereka berasal dari Australia, Brunei Darussalam, China, Guam, Thailand, India, Korea Selatan, dan negara lainnya," sebut Sutopo.
Rizal Arya selaku Direktur Turnamen EJWJGC mengatakan, ajang ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta. Ada dua kategori juara yang dipertandingkan, yaitu beregu dan individual.
Untuk kategori beregu dibagi menjadi dua yaitu putra dan putri, yang terdiri dari dua pegolf-1 orang dari kelas A dan 1 dari kelas B.
Sementara kategori individual terbagi dalam 4 kelompok umur putra dan putri. Kelas untuk usia 15-17 tahun, kelas B untuk pegolf usia 13-14 tahun, kelas C untuk pegolf usia 11-12 tahun, dan kelas D untuk pegolf usia 10 tahun ke bawah.
Tak hanya memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta, memasuki tahun ke-20, turnamen ini juga memberikan piala khusus untuk peserta dengan nilai gross terbaik dari seluruh peserta (best of the best).
Thailand yang tahun lalu menjadi juara, dijelaskan Rizal Arya, akan menjadi pesaing terberat Indonesia, selain Singapura dan Filipina.
"Sebenarnya persaingannya cukup merata, tapi untuk kekuatan itu memang selalu ada di Thailand dari segi apa saja, pegolf profesional, amatir maupun junior. Tapi saya optimististis untuk best gross kita bisa dapatkan," kata Rizal menanggapi target tim Indonesia tahun ini.
βTetap ada harapan juga untuk tim putri kita. Karena tahun lalu tim kita masuk dalam runner-up, melalui pasangan seperti Inez Beatrice Wanamarta dan Gavrilla Christina Arya," tambahnya.
(mcy/a2s)











































