Pebalap Indonesia Rio Haryanto mencetak podium pertamanya di ajang GP2 musim ini. Ia pun menceritakan pengalamannya bertarung di sirkuit jalanan Monte Carlo tersebut.
Pada balapan 24 Mei lalu, Rio finis di peringkat ketiga di Race 2 atau Sprint Race di GP Monako untuk kelas GP2. Podium pertamanya itu membuatnya kini total mengoleksi 26 poin dan sementara duduk di posisi tujuh klasemen.
Dalam pertemuannya dengan wartawan di Gedung Pertamina, Jakarta, Senin (2/6/2014), Rio mengatakan dirinya merasa cukup nyaman dengan mobil timnya, EQ8 Caterham Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin, di Silverstone dan Belgia nanti, mobil ini akan lebih bagus. Tahun lalu tim Caterham bisa meraih podium," sambungnya.
Mengenai podium di Monte Carlo, pebalap berusia 21 tahun itu mengatakan beratnya balapan di salah satu sirkuit paling menarik di dunia itu. Saking beratnya persiapan, berat badannya sampai turun.
"Sebelum lomba berat badan saya 68 kg, sesudah balapan turun 2 kg," tukasnya.
Salah satu sebabnya adalah suhu di dalam kokpit yang tinggi, sampai 50 derajat celcius. Padahal ia harus berada di dalam mobil balapnya itu selama 1 jam.
Selain itu Rio juga melakukan persiapan fisik yang sangat serius. Ia menjaga kebugaran fisiknya dengan berlati 7-10 km sebanyak 3 kali seminggu.
"Saya juga rutin berenang 1,5 sampai 2 km," tambahnya.
βFisik sangatlah penting untuk meningkatkan daya konsentrasi dalamβ¨ menghadapi tekanan selama balapan berlangsung,β jelasnya.
(a2s/din)











































