Keberhasilan meraih podium di Monako membuat Rio Haryanto kian optimistis menghadapi balapan-balapan selanjutnya. Ia juga menjaga asa naik ke kelas Formula 1.
Demikian diungkapkan Rio dalam jumpa pers di Bright Cafe, Kantor Pusat Pertamina, Jln. Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta, Senin (2/6/2014).
Pada seri ketiga musim ini di sirkuit Monte Carlo, Monako, pada 24 Mei lalu, Rio finis di peringkat ketiga di Race 2 atau Sprint Race. Itulah podium pertamanya di musim ini bersama tim EQ8 Caterham Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target saya menang di setiap balapan dan poin lebih banyak," ucap pebalap 21 tahun itu.
Tentang balapan di Austria, Rio mengaku belum pernah merasakan sirkuit Red Bull Ring. Sebagai persiapan dan adaptasi awal, ia akan berlatih memahaminya melalui simulasi.
"Di Monako sirkuit sangat sempit. Kalau kita tidak cepat dan tepat bisa berakibat tabrakan," imbuh Rio.
"Itu sebabnya kemenangan di Monako sangat spesial, karena semua pebalap pasti sepakat ini adalah salah satu sirkuit tersulit."
Rio juga secara eksplisit menyebutkan bahwa dirinya mencanangkan target tiga besar di akhir musim, atau paling jelek posisi kelima. Saat ini ia ada di peringkat ketujuh di klasemen sementara.
Selain itu ia juga selalu menjaga mimpinya bisa menapak ke level tertinggi di dunia Formula. "Tahun depan semoga bisa naik ke F1," ujarnya.

(a2s/din)











































