Empat bulan menjelang Asian Games, cabang olahraga beladiri karate terus melakukan pematangan skuat. Salah satunya dengan melakukan sistem promosi degradasi.
Sistem tersebut akan diterapkan di Liga Premier WKF (World Karate Federation) yang akan diselenggarakan di Jakarta, 20-21 Juni mendatang. Dari situ akan dilihat potensi atlet-atlet yang akan dipilih untuk dibawa ke Incheon, Korea Selatan, karena tidak semua atlet pelatnas akan diturunkan ke Asian Games mendatang.
"Kami masih melihat potensi-potensi atlet pelatnas dan yang diluar pelatnas. Makanya hasil dari WKF ini sebenarnya sebagai bahan evaluasi PB Forki juga untuk melihat perkembangan atlet," ujar Pelatih pelatnas Delfinus Rumahorbo saat dihubungi detikSport, Selasa (3/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, tambah dia, di WKF ini tidak hanya atlet pelatnas saja yang bisa ikut berpartisipasi. Atlet luar pelatnas dalam negeri juga diizinkan berpartisipasi, dengan syarat atas rekomendasi Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Seluruh Indonesia (PB Forki).
"Sebenarnya di WKF ini bisa mendaftar atas nama klub, tapi kami memutuskan untuk yang mendaftar atas rekomendasi dari PB Forki. Supaya jangan sampai nanti juara kecamatan asal masuk. Ada syarat yang perlu dijalankan. Misalnya, juara satu sampai tiga hasil Piala Kasad. Itu bisa," jelasnya.
Hingga saat ini sudah ada 20 negara yang mendaftarkan diri untuk ikut di WKF. Rata-rata negara yang mengisi adalah berasal dari Eropa.
"Dengan banyaknya negara yang ikut ini kita bisa memantau negara-negara luar di ajang ini, dan berharap atlet kita bisa berprestasi paling tidak mendapatkan emas," tuturnya.
Atlet pelatnas yang akan diikutkan dalam kompetisi tersebut berjumlah 13. Dari kelompok putra adalah Caesar George Hutagalung (+84 kilogram), Dedi Irwansyah (- 75 kg), Bayu Ramadhan (-55 kg), M. Duhril (-60 kg), Faizal Zainuddin (kata putra), Hendro Salim (-84 kg), Jintar Simanjuntak (kumite, -67 kg). Sedangkan dikelompok putri adalah Cokorda Istri Agung Sanistya (-55 kg), Srunita Sari (-50 kg), Yulianti Syafrudin (kata), Dwi Puspitasari (-61 kg), Yuswinda Eka (+68 kg), Aliftia Subagyo (-68 kg).
(mcy/a2s)











































