Satlak Prima Tunggu PBSI Beri Nama Pengganti Hayom

Satlak Prima Tunggu PBSI Beri Nama Pengganti Hayom

- Sport
Selasa, 10 Jun 2014 16:34 WIB
Satlak Prima Tunggu PBSI Beri Nama Pengganti Hayom
ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
Jakarta -

Demi persiapan menuju Asian Games, Satlak Prima terus mematangkan cabang olahraga permainan. Salah satunya bulutangkis di mana PP PBSI diminta segera mengirim nama baru untuk menggantikan Dionysius Hayom Rumbaka.

Hayom sendiri tengah dalam masa hukuman PBSI setelah penampilan buruknya di Piala Thomas-Uber lalu. Maka itu karena Bulutangkis jadi salah satu andalan untuk mendulang medali di Asian Games nanti, mereka pun diminta segera mengirim nama pengganti.

Hal ini dilakukan demi mempercepat proses pematangan skuat di mana ajang tersebut akan dimulai September mendatang di Incheon. Demikian kata Koordinator Cabang Permainan Satlak Prima Mimi Irawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cabang olahraga permainan sendiri terdiri dari voli pantai, sepak takraw, bulutangkis, soft tenis, dan tenis.

"Masih sama dengan bulan lalu, belum ada perubahan yang signifikan. Mungkin perubahan sedikit ada pada bulutangkis. Karena hasil dari Piala Thomas Uber kemarin PP PBSI melakukan pergantian pemain. Maka ada kemungkinan akan ada degradasi dalam pelatnas Asian Games," ujar Mimi kepada wartawan di PP Itkon, Senayan, Selasa (10/6).

"Seperti atlet pelatnas Asian Games Dionysius Hayom Rumbaka, dia dikembalikan ke klub. Besar kemungkinan di dalam Surat Keputusan (SK) 1 Juli nanti dia tidak masuk lagi. Bagi kami (satlak Prima) tidak masalah. Mungkin satu dua hari ini kita akan dapat surat nama pengganti untuk Hayom," sambungnya.

Sementara untuk cabang lain, Mimi mengatakan tidak akan ada perubahan besar.

"Cabang lain masih tetap sama. Hanya soft tenis ada pengajuan untuk menambah satu atlet untuk putra dan satu untuk putri. Penambahan ini agar tim putra bisa turun nomor tim."

Begitu juga untuk proyeksi medali. Menurut Mimi untuk cabang bulutangkis masih menargetkan dua emas untuk nomor ganda putra dan ganda campuran serta satu perak dari tunggal putra.

Lalu untuk tenis, Indonesia belum bisa berbicara banyak mengingat persaingan di sana begitu ketat meski target Satlak Prima adalah medali perunggu dari nomor ganda putra.

"Sementara cabang tenis, mereka masih optimistis ganda putranya bisa meraih emas. Tapi saya selaku koordinator cabang permainan jika ditanya Satlak Prima akan tetap proyeksikan mereka medali perunggu," katanya.

"Intinya kita masih melihat lagi potensinya seperti apa. Karena waktu kan berputar sehingga kita harus lebih realistis untuk melihat atlet-atlet mana yang berpeluang rebut medali. Apalagi banyak faktor yang akhirnya mempengaruhi persiapan. Contohnya saja try out dan dukungan dana yang masih terlambat. Di SK 1 Juli saya harap kita bisa mendapatkan nama-nama atlet yang final," tuntasnya.

(mcy/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads