Sementara itu, tiga atlet lain yang sebelumnya masuk pelatnas Asian Games, yaitu Rini Budiarti (lari 300 meter halang rintang), Triyaningsih (maraton), dan Hendro (jalan cepat 20 km), hampir dipastikan terdegradasi karena masalah masing-masing.
Hendro statusnya diturunkan dari atlet pelatnas Asian Games 2014 menjadi pelatnas SEA Games 2015 karena catatan waktu Hendro dianggap masih jauh dari level Asia. Triyaningsih masih harus menjalani pemulihan cedera telapak kaki, sedangkan Rini terancam terdegradasi karena kasus indisipliner. Rini ketahuan mengikuti kejuaraan lari 10K di Medan tanpa seizin PB PASI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau pun ada yang mengganti tiga atlet itu, kemungkinannya kecil. Gap-nya memang terlalu besar, bisa dikatakan begitu. Makanya juniornya yang ada sekarang sedang digenjot untuk bisa masuk SEA Games 2015," tambah Tigor.
"Selain itu, kita sendiri 'kan dituntut untuk meraih medali. Sementara di level Asia sendiri kita masih harus berjuang," ujarnya.
"Yang jelas dari kami meminta kejelasan dari pelatih. Kalau memang ditargetkan di Asian Games sekian, berarti Kejurnasnya harus melebihi itu. Kan bisa dihitung," kata Tigor.
Begitu juga soal target di Asian Games nanti. Menurut Tigor, semua tergantung pada si atletnya sendiri.
"Awalnya lima atlet itu kita targetkan untuk merebut medali. Tapi, karena ada kendala jadinya seperti itu. Kita tetap berharap atletik bisa merebut dua medali," ujarnya.
(mcy/mfi)











































