Pertahankan Posisi ke-3 di SEAG 2005

Agum Gumelar:

Pertahankan Posisi ke-3 di SEAG 2005

- Sport
Rabu, 29 Des 2004 22:02 WIB
Jakarta - Jangan berilusi atau berkhayal untuk menjadi juara umum di SEA Games (SEAG) 2005. Demikian diungkapkan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar kepada wartawan dalam diskusi evaluasi akhir tahun 2004.Perlu kejujuran hati dan bersikap realitis untuk prestasi olahraga Indonesia di pentas dunia. Bertahan di peringkat ketiga di SEAG 2005 Filipina adalah potret jujur dari prestasi Indonesia saat ini. Realitis karena melihat kondisi perkembangan olahraga negara tetangga saingan kita seperti Thailand dan Malaysia kian maju."Dari kejujuranlah kita bisa mendapat prediksi prestasi sebenarnya. Untuk saat ini secara jujur Indonesia ditargetkan tetap di posisi ketiga di SEAG 2005," ujar Agum di depan wartawan di Gedung KONI Pusat, Rabu (29/12/2004).Selain itu faktor tuan rumah pasti jadi juara umum tidak bisa terelakkan. Saat ini peta prestasi yang bisa dianggap stabil adalah Thailand. Agum mencontohkan saat Malaysia menjadi tuan rumah SEAG mereka keluar sebagai juara umum. Hal yang sama berulang ketika Vietnam menjadi penyelenggara SEAG XXII tahun 2003 lalu."Ironis sekali kita juga termasuk yang mempelopori tuan rumah sebagai juara umum. Maka dari itu marilah kita kembalikan spirit tuan rumah tidak menjadi juara umum. Menjadi juara umum SEAG itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dan Thailand dengan budget untuk olahraga yang lebih besar tentulah bisa mendapatkan kualitas pembinaan yang lebih baik. Jangan berilusi," tegasnya.Sementara untuk menghadapi ASIAN Games 2006 di Qatar, Agum menjelaskan bahwa Indonesia mempersiapkan dengan akselerasi percepatan dari program Garuda Emas. Seperti diketahui program ini menargetkan memasukan Indonesia dalam enam besar di multieven se-Asia tersebut. Akselerasi disini bisa dibilang adalah Indonesia Bangkit (IB). Dengan seiring perjalan IB yang telah mulai digulirkan, Indonesia ditargetkan meraih 10 medali emas."Dengan gladiator-gladiator (atlet IB) yang disiapkan mudah-mudahan tahun depan yang diharapkan bisa tercapai. Program ini memang dilakukan untuk menghadapi Asian Games, makanya pemantau para gladiator ini sangat difokuskan, termasuk hasil para atlet IB ini di PON Palembang lalu," jelas mantan Menteri Perhubungan ini."Evaluasi PON sendiri bisa dibilang berjalan sukses. Meski masih perlu ada perbaikan, antusiasme masyarakat Palembang sangat menggembirakan. Atlet IB di Palembang mendapat 26 medali emas," ucapnya.Sedangkan tentang munculnya Menpora, Agum mengungkapkan kalau ia sangat merespon positif adanya kembali menteri yang menangani olahraga. Pasalnya, itu berarti aspirasi dirinya yang menginginkan ada menpora didengar oleh presiden terpilih. Oleh karenanya mengenai wacana menpora untuk mendirikan Badan Penggerak Olahraga Nasional (Bapernas) Agum pun menyambut dengan baik."Siapapun dan darimanapun datangnya yang mempunyai ide-ide meningkatkan prestasi olahraga, apalagi datang dari seorang menpora maka harus ditanggapi positif. Hanya saja dalam pelaksanaannya tentulah harus disesuaikan dengan koordinasi yang baik. Jangan timbul apriori, yang terpenting adalah koordinasi baik," tandas Agum. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads