Dua Bulan Jelang Asian Games, Peralatan Latihan Atlet Belum Datang

Asian Games

Dua Bulan Jelang Asian Games, Peralatan Latihan Atlet Belum Datang

- Sport
Selasa, 22 Jul 2014 16:42 WIB
Jakarta - Asian Games 2014 menyisakan waktu dua bulan lagi, tapi peralatan latihan dan tanding atlet masih belum juga tersedia.

Ada beberapa jenis peralatan yang dibutuhkan atlet dalam ranka persiapan menuju Asian Games 2014 yakni peralatan untuk latihan dan perlengkapan untuk bertanding. Anggaran untuk keduanya kurang lebih sebesar Rp 25 miliar.

Namun dalam proses penyediaannya perlu mekanisme yang jelas. Salah satu yang disyaratkan adalah melalui lelang. Sayangnya, proses lelang yang harusnya sudah dilakukan sejak lama batal karena tidak ada penawaran. Pemerintah kembali membuka lelang tahap kedua.
Β 
"Prinsipnya begini pelelangan itu harus sesuai aturan perundangan. Faktanya tahap pertama kemarin batal karena tidak ada yang mengajukan penawaran," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik Irianto kepada detikSport melalui pesan singkat, Selasa (22/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang dibuka kembali lelang tahap kedua. Saat ini sudah ada 49 pendaftar," tambahnya kemudian.
Β 
Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Bosar Napitupulu mengatakan, dari 49 pendaftar sudah didapat 6 perusahaan yang melakukan penawaran.
Β 
"Sudah ada enam perusahaan yang melakukan penawaran. Sekarang masuk dalam tahap evaluasi tim pokja," kata Bosar dalam kesempatan terpisah.

Setelah evaluasi, pada 4 Agustus nanti akan diumumkan siapa pemenang lelangnya.

"Pemenang ini pun tidak langsung menyediakan anggaran, masih ada proses sanggah. Jika tidak ada sanggah baru ada tanda tangan kontrak dan dikeluarkan SPK untuk menyediakan peralatan," jelasnya.

Setidaknya akan ada 1760 item yang akan disediakan nanti. Itu termasuk sepatu atlet, peralatan tanding dan latihan masing-masing cabor.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan mengingat proses yang dibutuhkan hingga pencairan butuh waktu sekitar 45 hari terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK).

"Mudah-mudahan tidak terjadi seperti dulu (peralatan lama datang). Karena kami kan harus mengikuti mekanisme yang ada," tuntasnya.

(mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads