Belajar Mandiri dan Bikin Bangga Ortu Lewat Balapan

Laporan dari Jepang

Belajar Mandiri dan Bikin Bangga Ortu Lewat Balapan

- Sport
Kamis, 24 Jul 2014 22:40 WIB
Belajar Mandiri dan Bikin Bangga Ortu Lewat Balapan
detikSport/Okdwitya Karina Sari
Jakarta -

Sudarmono sempat tak diberi restu orang tuanya untuk meniti karier sebagai pebalap. Namun, Sudarmono kini membuktikan bahwa pekerjaan pilihannya itu bisa menghidupi dan membuatnya belajar mandiri.

Sudarmono mulai menyukai balap motor sejak lulus SMA (Sekolah Menengah Atas). Hobi itu muncul setelah ia sering menonton balap motor yang digelar di kampung halamannya, Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Istilahnya naik motor aja dimarahin saya waktu itu. Tapi ngeliat motor bisa punya suara kenceng dan bisa standing-standing saya justru semakin penasaran. Mulailah saya sering ke bengkel-bengkel," ungkap pebalap yang akrab disapa Momon itu di Suzuka, Kamis (24/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya nggak punya motor jadi saya disuruh cobain untuk latihan, rasanya senang sekali. Jadi semangat," lanjut dia.

Setelah itu, Sudarmono mulai berani ikut balapan. Namun, olahraga itu justru membuat hubungan dia dengan ayah dan ibunya memburuk.

"Wah, setelah saya ketahuan ikut balapan saya dimarah-marahin habis-habisan. Ayah saya galak sekali. Kami jadi nggak akur," kata pemuda yang lahir pada 1985 itu.

Kesabaran dan tekad Sudarmono pada akhirnya terbayar. Hanya setahun setelah mengikuti kejuaraan balap motor, Sudarmono berhasil memikat hati Yamaha. Tahun 2005, ayah dua anak itu mendapat kontrak dari Yamaha.

"Pada awalnya mereka mungkin berpikir bahwa balapan itu orang yang ugal-ugalan. Tapi setelah mereka tahu bahwa di kontrak itu Yamaha memberikan bayaran, fasilitas, dan asuransi akhirnya mereka luluh," sambung Sudarmono.

"Setelah balapan pun saya sudah nggak pernah lagi minta uang sama mereka. Sampai saya kini bisa punya rumah sendiri dan saya kira itu sudah membuat mereka bangga. Dari balapan, saya malah belajar mandiri," imbuh dia seraya tersenyum.

Sudarmono sempat tercatat sebagai mahasiswa D3 Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Hanya satu semester dia bertahan di bangku kuliah, dan memilih untuk meneruskan kariernya sebagai pebalap.

Sudarmono merupakan peraih podium ketiga Indoprix Championship kelas 110cc pada tahun 2011, 2012, dan 2013.



(rin/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads