Di kompetisi itu, Sudarmono tampil di tim B Yamaha Indonesia bertandem dengan Sigit PD, yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Keduanya baru saja melakoni latihan bebas pertama yang tuntas pada Kamis (25/7/2014) sore waktu setempat.
Sudarmono, 29 tahun, menyimpan sebuah kekecewaan besar. Membela nama DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dalam PON (Pekan Olahraga Nasional) 2012 di cabang olahraga balap motor, Momon mengalami kecelakaan parah di seri-seri terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada awalnya saya ngga mau ikut, tapi karena ngga ada pebalap lainnya yang siap dan Sultan (Gubernur DIY-Hamengkubuwono X) juga sudah meminta, saya akhirnya setuju," kata pebalap kelahiran Wonosari, Gunung Kidul itu saat berbincang dengan DetikSport.
"Tulang kaki saya patah tertimpa motor lawan yang ada di belakang saya. Butuh pemasan 16 pan untuk menyambung itu. Padahal kalau saat itu saya finis, peluang DIY untuk juara terbuka."
"Ikut di PON berikutnya? Saya kira kalau sirkuit dan keamanannya tidak bagus, saya nggak akan mau. Soalnya, Yamaha tentu juga akan merugi kalau saya cedera meskipun saat itu saya sudah mendapat izin untuk ikut PON. Ini soal komitmen saja."
Dalam kariernya, Momon pernah menduduki juara ketiga di Indoprix Championship di 2011, 2012, dan 2013. Di kelas 125cc, ia meraih capaian terbaiknya tahun lalu dengan meraih peringkat keempat di ajang yang sama.
Selain itu, Momon turut beberapa kali terpilih untuk tampil di kejuaraan di sejumlah negara Asia, Australia dan Qatar. Pada 2012, Momon sempat menduduki peringkat keempat Super Sport 60o cc IRS Championship.
"Cita-cita saya sih ingin meningkatkan prestasi dari cc (motor balap) kecil ke cc yang besar, terus begitu," sahut Momon.
"Di balapan ini, rasa tegang sih ada soalnya ini kan membawa nama Indonesia juga. Tapi saya tetap berusaha aja. Target saya pribadi ada di tiga besar," lugas dia.
Mimpi Momon bisa diwujudkan di Suzuka pada akhir pekan ini. Ia akan memantapkan motornya di free practice kedua, Jumat (26/7) untuk mengejar catatan waktu terbaik di sesi kualifikasi.
(rin/krs)











































