Kendati keputusan belum diketok, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018. Nantinya, tak hanya harus memikirkan kesiapan sarana dan prasarana untuk menjamu para tamu, Indonesia juga dituntut mempunyai atlet yang mumpuni.
Pendapat itu disampaikan Wakil ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Suwarno di Jakarta. Maka, KONI tak bisa berjalan sendiria, tapi harus ada kerja sama yang oke antara mereka, negara, dan DPR.
Suwarno menyebutkan, negara harus bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games. Negara bertugas menyediakan venue yang sesuai standar level Asia. Selain stadion, sarana penunjang tak bisa diabaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syarat yang berikutnya adalah penyediaan anggaran dari negara tersebut untuk membiayai rangkaian kegiatan Asian Games," jelas pria yang juga menjabat sebagai ketua satuan pelaksana Program Indonesia Emas itu.
Indonesia dijagokan menjadi tuan rumah Asian Games edisi ke-18 setelah Vietnam mundur. Penentuan akan dilakukan di Korea Selatan pada 20 September nanti.
Nah, KONI--sesuai dengan kitahnya--bertugas untuk menyiapkan atlet berprestasi yang bakal membela negara.
"Untuk Asian Games ini, bukan hanya ingin menjadi tuan rumah, tapi juga harus punya prestasi. Banyak yang harus disiapkan untuk menjadi tuan rumah, tidak hanya masalah fasilitas olahraga atau pertandingan," ucap Suwarno.
Menilik catatan prestasi pada Asian Games sebelumnya, atlet Indonesia memang belum bisa berbuat banyak. Meski rajin ambil bagian di multiajang itu, torehan terbaik didapatkan pada Asian Games 1962 di Jakarta. Kala itu, tim Merah Putih menjadi runner-up. Pada dua edisi terakhir, Indonesia hanya bisa berada di urutan ke-22 pada Asian Games 2006 Doha dan peringkat ke-15 pada 2010 di Guangzhou.
(fem/krs)











































