Indonesia mempunyai pengalaman menjadi tuan rumah Asian Games. Kesempatan untuk mengulangnya terbuka lebar, namun fasilitas sudah ketinggalan jaman setelah 52 tahun berlalu.
Setelah Vietnam mundur sebagai tuan rumah Asian Games XVIII, Indonesia mempunyai kans besar menggantikannya. Angin segar itu didapatkan dengan pernyataan Wakil Presiden Kehormatan Committe of Asia Wei Jizhong. Dia bilang Jakarta dan kota lain Indonesia bisa menjadi penyelenggara ajang multicabang empat tahunan itu.
Tapi Jhizong mengingatkan jika sarana olahraga yang dimiliki Jakarta sudah terlalu kuno. Maka perlu dilakukan perbaikan sebelum benar-benar menjamu para tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat tinjauan OCA, mereka tak butuh waktu lama untuk menilai. Masuk, langsung keluar dan mengatakan velodrome tidak layak. Kebetulan pemerintah DKI Jakarta sedang merencanakan pembangunan velodrome baru," kata Edmound Simorangkir, ketua umum PB ISSi, kepada detikSport.
"Kami berpendapat tidak mungkin diperbaiki, harus dibangun baru. Soal lokasi kami tak mempermasalahkan ada di mana, apakah tetap di Rawamangun atau pindah ke lokasi lan. Yang penting harus dimodernisasi," jelas dia.
Selain velodrome, PB ISSI juga harus menyiapkan lintasan BMX. Hanya nomor jalan raya yang tidak membutuhkan perhatian khusus.
Bagaimana cabang olahraga lainnya? Venue menembak di lapangan tembak Senayan terlalu sempit untuk menjamu para kontestan.
Stadion Madya di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan juga harus direnovasi. Karet lintasan sudah berumur 'cukup tua'. Sejak SEA Games 1997 karet lintasan itu tak pernah diganti.
Namun tak semua venue dinilai ketinggalan jaman. Ketua Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengklaim stadion Judo di Kelapa Gading Judo Center mempunyai kapasitas dan teknologi yang layak digunakan pada ajang level Asia. Begitu pula Sportmall Britama yang juga ada di Kelapa Gading siap dijadikan lokasi pertandingan basket.
"Untuk judo dan basket kami punya hall yang oke. Pada prinsipnya kami akan menerima dengan lapang dada venue mana yang dinilai terbaik oleh OCA," kata Ratiyono.
(fem/krs)











































