Jadi Tuan Rumah, Atlet Mendukung dengan Catatan

Bidik Asian Games 2018

Jadi Tuan Rumah, Atlet Mendukung dengan Catatan

- Sport
Sabtu, 09 Agu 2014 13:59 WIB
Jadi Tuan Rumah, Atlet Mendukung dengan Catatan
Andy Lyons for DAGOC/Getty Images
Jakarta -

Indonesia berpeluang besar untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Para atlet yang pernah dan akan tampil dalam ajang multicabang bangsa-bangsa se-Asia menyatakan dukungan dengan menyertakan catatan buat KONI dan pemerintah.

Kesempatan itu didapatkan setelah Vietnam memutuskan mundur sebagai tuan rumah. Sinyal cukup kuat setelah Asian Games dikembalikan lagi pada 2018 dan bukan 2019 jika Vietnam yang menjadi tuan rumah.

Para atlet nasional pun mendukung usulan itu. Dengan pengalaman sebagai pelaku, tak sedikit dari para atlet itu yang kurang yakin dengan rencana tersebut. Sebab, faktanya selama ini persiapan menuju sebuah event tidak pernah mulus, baik peralatan dan perlengakpan ataupun usang saku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munculnya kasus korupsi dan suap yang melibatkan pembangunan sarana olahraga juga menjadi faktor keraguan. Mereka pun menyodorkan sejumlah catatan agar keinginan itu tak berbuntut memalukan.

Triyatno (Angkat Besi)

"Menurut saya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, ya tidak ada masalah. Toh, sebelumnya sudah pernah juga.

Cuma memang harus ada kesiapan yang matang. Selain itu dananya kalau bisa tidak kemana-mana, cukup untuk satu plot saja. Saya yakin pasti Indonesia bisa.

Tapi kan tidak ingin sukses di kesiapan penyelenggaraan saja, harus didukung juga untuk kesiapan atletnya. Nah, ini yang harus dibenahi. Sejauh ini, pembinaan atlet saat ini jauh menurun dibandingkan tahun 2010.

Itu belum jika melihat fasilitas yang diberikan pada Asian Games di Guangzhou, China, empat tahun lalu. Persiapan mereka luar biasa sekali. Sudah seperti atmosfer olimpiade, beda banget, transportasi on time, venue dan wisma atletnya bagus.

Wisma mereka itu dijadikan satu, semua atlet dan kontingen disitu. Jadi kalau untuk di Indonesia ditaruhnya dimana ya? Bingung juga kan pertanyaannya ha..ha...ha. Intinya harus siap karena sudah mengajukan diri. Semoga bisalah."

Putty Armin (Boling)

"Rencana yang bagus. Itu artinya Indonesia bisa dipercaya kembali mengadakan event besar. Paling tidak dampaknya jadi lebih baik juga untuk atlet karena kemungkinan besar kalau jadi tuan rumah persiapan kita bakal lebih matang.

Atlet bisa mendapat dukungan lebih dan dari segi dana juga tidak akan terbatas. Keuntungan kita juga sebagai atlet tuan rumah bisa melakukan adaptasi lebih dulu di lokasi pertandingannya. Di samping tentu dukungan dari masyarakat Indonesia juga lebih banyak.

Tapi saya punya saran kepada pemerintah supaya pelatnas kalau bisa jalan terus. Tidak terputus-putus. Karena negara lain pelatnasnya itu jalan terus.

Yang kedua, aspek dukungan kepada atletnya. Ya kalau mereka ingin minta hasil maksimal dari kita ya dukungannya harus maksimal juga. Seperti peralatan dan uang saku jangan sampai terlambat lagi, jadi bekerja sama."

Dedeh Erawati (100 meter Lari Gawang)

"Yang pasti satu kebanggaan besar Asian Games 2018 bisa diselenggarakan di Indonesia. Β Seluruh atlet elite Asia akan hadir berpartisipasi juga sebagai ajang promosi negara kita Indonesia. Β Asian Games adalah Olimpiade-nya Asia, Β semua insan olahraga pasti memimpikan bisa berpartisipasi.

Oleh karena itu, kita sebagai tuan rumah harus menyiapkan segala sesuatunya secara profesional. Hal yang harus diimbangi adalah menyiapkan atlet-atlet Indonesia yang tangguh supaya bisa bersaing dengan negara-negara Asia lainnya.

Selanjutnya juga adalah persiapan kita harus lebih matang--termasuk didalamnya sarana dan prasarana, fasilitas, acara, kepanitiaan, transportasi dan semua hal yang menunjang kesuksesan.

Empat tahun itu sangat singkat, semoga hal ini disadari oleh semua pihak terkait. Jangan sampai terlambat dan jangan sampai kesempatan emas ini menjadi hal yang mubazir."

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)

"Yang pasti kalau memang sudah siap penyelenggaraannya, ya berarti harus siap pembinaannya, penyelenggaraannya, dan sebagainya.

Utamanya terkait persiapan timnya, seperti pembinaannya jangka panjang, uang saku tepat waktu, vitamin dan akomodasi jangan sampai putus. Toh, masih ada waktu sampai tiga tahun lagi sehingga kita mempersiapkan semua, dari Olimpiade berkelanjutan sampai Asian Games 2018 nanti.

Ini harus dilakukan supaya ketika evennya dimulai kita tidak malu-maluin banget. Artinya harus tetap target medali dan lebih dibanidngkan kalau tidak jadi tuan rumah Memang emas agak susah, tapi paling tidak perak bisa lebih banyak lagi. Meningkatkan peringkat juga.

Seperti yang sudah-sudah cabang Olimpiade seperti bulutangkis, angkat besi yang selalu diandalkan. Dengan Indonesia menjadi tuan rumah cabang olahraga lain diharapkan bisa ikut menyusul juga. Dengan catatan persiapan yang saya sebutkan tadi. Utamanya di pembinaan atlet dan dukungan yang maksimal dari pemerintah."

Rini Budiarti (Halang Rintang 3000 m)

"Indonesia bisa menjadi tuan rumah, tapi memang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Paling tidak sejak sekarang, seperti dukungan untuk atletnya juga dipenuhi.

Tapi yang Asian Games sekarang saja persiapannya kayak begini. Makanya sebenarnya dibilang Indonesia sanggup atau tidak menyelenggarakan Asian Games tergantung dari kesiapan atletnya juga. Ini kan kelas Asian Games, mungkin kalau SEA Games kelasnya beda. Jadi harus benar-benar dipersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) nya."

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads