Mengantisipasi risiko penyebaran virus Ebola, Komite Olimpiade Internasional (IOC) membatasi atlet-atlet dari Afrika Barat di ajang Olimpiade Junior (Youth Olimpics Games).
Dalam pernyataannya hari Jumat (15/8/2014), IOC memutuskan melarang atlet-atlet dari Afrika Barat untuk mengikuti cabang olahraga yang sifatnya"duel langsung dengan lawan", maupun yang dimainkan di kolam renang.
Hal itu dijadikan sebagai tindakan pencegahan walaupun sejauh ini tidak ada atlet yang diduga mengidap virus maut yang sedang meresahkan dunia itu. Kebijakan tersebut diambil setelah berkonsultasi dengan pihak penyelenggara event, di bawah panduan dari badan kesehatan dunia WHO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami merasa menyesal karena kasus ini membuat beberapa atlet muda menderita dua kali, yaitu dari kesedihan yang disebabkan oleh wabah di negara-negara mereka, dan juga karena tidak bisa mengikuti Youth Olimpic Games ini," tambah IOC.
Wabah Ebola diklaim telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, dan juga diduga masih ada 2.000 kasus lain, yang terbanyak ada di Guinea, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone.
Youth Olimpic Games digagas oleh International Olimpic Committee (IOC) dan dihelat 4 tahun sekali. Peserta event ini adalah atlet-atlet junior yang dibagi ke dalam tiga kategori: kelompok umur 14-15, 16-17, dan 17-18 tahun. Indonesia mengirim 27 wakilnya.
(a2s/raw)











































